Berjabat Tangan, Abbas-Sharon Umumkan Gencatan Senjata

Berjabat Tangan, Abbas-Sharon Umumkan Gencatan Senjata

- detikNews
Rabu, 09 Feb 2005 07:23 WIB
Jakarta - Dua 'musuh bebuyutan' telah berjabatan tangan. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Ariel Sharon secara resmi mengumumkan gencatan senjata. Keduanya telah mencapai kesepakatan menghentikan semua kekerasan.Abbas menyatakan persetujuan tersebut mencakup semua kekerasan terhadap kaum Palestina maupun Israel. Sedangkan Sharon menyebut gencatan senjata tersebut sebagai titik-balik.Pengumuman itu dikeluarkan dalam pertemuan puncak di kota peristirahatan Mesir di kawasan Laut Merah, Sharm El-Sheikh seperti dilaporkan AFP, Rabu (9/2/2005).Israel menyatakan akan membebaskan 500 tawanan Palestina pekan depan, juga telah sepakat menyerahkan keamanan daerah-daerah tertentu Palestina. Sharon juga menyampaikan komitmennya bagi pembongkaran seluruh permukiman Yahudi di Jalur Gaza dan 4 pemukiman lain di Tepi Barat bagian utara pada akhir tahun ini."Kita memiliki sebuah peluang untuk meninggalkan jalan berdarah yang kita lalui selama empat tahun terakhir. Saya dan tuan Abbas mencapai kesepakatan dimana orang-orang Palestina akan menghentikan segala tindak kekerasan terhadap Israel di mana pun, dan sebaliknya Israel akan menghentikan operasi militernya terhadap Palestina di semua lokasi," kata Sharon.Sedangkan Abbas menyatakan hal tersebut merupakan langkah fundamental bagi terciptanya peluang baru untuk sekali lagi mengembalikan proses perdamaian ke jalurnya."Saya mengatakan kepada Tuan Sharon, kami akan menghentikan semua aksi kekerasan terhadap Israel oleh orang Palestina di mana saja. Masa tenang akan kita saksikan di tanah kita sejak hari ini sampai era lahirnya perdamaian dan harapan. Ini menunjukkan pelaksanaan titik awal dari peta jalan," kata Abbas.Pertemuan dua pemimpin yang biasanya saling berseteru itu disaksikan Presiden Mesir Hosni Mubarak selaku tuan rumah dan Raja Yordania Abdullah. Mereka akan mempersiapkan landasan bagi kebangkitan lagi peta jalan perdamaian yang didukung AS menuju sebuah negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan dengan Israel yang aman. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini