5 Keraguan Ayah Akseyna Terkait Kematian Anaknya

Misteri Kematian Mahasiswa UI

5 Keraguan Ayah Akseyna Terkait Kematian Anaknya

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 11:49 WIB
5 Keraguan Ayah Akseyna Terkait Kematian Anaknya
Ayah Akseyna (Sukma/detikcom)
Jakarta - Misteri tewasnya mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori (18) atau Ace , belum terpecahkan. Ayahnya, Kolonel Sus Mardoto, meragukan spekulasi anaknya tewas tenggelam di danau UI karena bunuh diri.

Mardoto menyatakan, banyak kejanggalan yang dia rasakan dalam kasus ini. Dia berharap, kasus ini disimpulkan berdasarkan fakta.

"Harapannya, ada pengungkapan jelas, terukur, dan atas dasar fakta yang kuat. Jangan ada pemaksaan kesimpulan dengan kecenderungan hanya berdasarkan surat wasiat. Kalau tidak mampu, jangan dipaksakan, diarahkan disimpulakan kalau anak saya bunuh diri," tegas Mardoto di rumahnya di Griya Avia Ceria Jalan Elang 4 Tegalsari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (3/4/2015).

Ayah Akseyna (Sukma/detikcom)

1. Tidak Terampil Berenang

Dari hasil visum, menunjukkan Akseyna Ahad Dori masuk ke dalam danau Balairung UI, Depok, dalam keadaan hidup. Namun Mardoto menyatakan, anaknya tidak terlalu terampil berenang.

"Anak saya tidak terlalu terampil berenang," ujar Mardoto ketika dihubungi, Sabtu (4/4/2015).

Menurut Mardoto, Akseyna pernah latihan berenang saat SD dan SMP. Namun di luar itu, anaknya tidak pernah berenang. "Berenangnya sebatas latihan itu saja," kata dia.

Bahkan, bersama keluarganya, Akseyna tidak pernah berenang bersama di kolam renang. Mereka hanya pernah bermain air di pantai.

"Di pantai nggak sampai berenang di pantai. Hanya untuk bermain-main air saja," kata Mardoto.

1. Tidak Terampil Berenang

Dari hasil visum, menunjukkan Akseyna Ahad Dori masuk ke dalam danau Balairung UI, Depok, dalam keadaan hidup. Namun Mardoto menyatakan, anaknya tidak terlalu terampil berenang.

"Anak saya tidak terlalu terampil berenang," ujar Mardoto ketika dihubungi, Sabtu (4/4/2015).

Menurut Mardoto, Akseyna pernah latihan berenang saat SD dan SMP. Namun di luar itu, anaknya tidak pernah berenang. "Berenangnya sebatas latihan itu saja," kata dia.

Bahkan, bersama keluarganya, Akseyna tidak pernah berenang bersama di kolam renang. Mereka hanya pernah bermain air di pantai.

"Di pantai nggak sampai berenang di pantai. Hanya untuk bermain-main air saja," kata Mardoto.

2. Surat Wasiat

Mardoto meminta polisi tidak hanya mengambil kesimpulan dari surat wasiat yang diyakini polisi dari Akseyna. Mardoto meragukan surat wasiat Akseyna.

Surat yang disebut-sebut sebagai wasiat terakhir Ace bertuliskan: will not return for please don't search for existence my apologies for everything eternally. Polisi Depok yang menangani kasus ini menyebut, berdasarkan keterangan saksi-saksi tulisan itu adalah tulisan Ace, demikian juga tanda tangannya

"Ini aneh. Siapa yang bisa menjamin kalau itu tulisan Ace? Hanya Ace yang tahu kan," kata Mardoto.

2. Surat Wasiat

Mardoto meminta polisi tidak hanya mengambil kesimpulan dari surat wasiat yang diyakini polisi dari Akseyna. Mardoto meragukan surat wasiat Akseyna.

Surat yang disebut-sebut sebagai wasiat terakhir Ace bertuliskan: will not return for please don't search for existence my apologies for everything eternally. Polisi Depok yang menangani kasus ini menyebut, berdasarkan keterangan saksi-saksi tulisan itu adalah tulisan Ace, demikian juga tanda tangannya

"Ini aneh. Siapa yang bisa menjamin kalau itu tulisan Ace? Hanya Ace yang tahu kan," kata Mardoto.

3. Tidak Memiliki Motor

Kepolisian sedang mencari keberadaan motor milik Akseyna yang hilang. Namun Mardoto mengaku Akseyna tak memiliki motor.

"Tidak punya motor. Selama di sana berangkat kuliah jalan kaki, kadang katanya naik ojek. Kalau di kampus ada bus kuning juga kan," ujar Mardoto.

Bahkan menurut Mardoto, Akseyna menginginkan sepeda untuk berangkat kuliah.

3. Tidak Memiliki Motor

Kepolisian sedang mencari keberadaan motor milik Akseyna yang hilang. Namun Mardoto mengaku Akseyna tak memiliki motor.

"Tidak punya motor. Selama di sana berangkat kuliah jalan kaki, kadang katanya naik ojek. Kalau di kampus ada bus kuning juga kan," ujar Mardoto.

Bahkan menurut Mardoto, Akseyna menginginkan sepeda untuk berangkat kuliah.

4. Tas Berisi Konblok dan Kerikil

Saat ditemukan tewas tenggelam di danau UI, jenazah Ace menggendong tas berisi konblok dan kerikil. Tak ada luka sama sekali di tubuh Ace. Mardoto mempertanyaan adanya tas berisi konblok dan kerikil.

"Itu di tasnya ada konblok dan kerikil. Kenapa seperti itu," katanya, Sabtu (4/4/2015).

Menurut Mardoto, Akseyna memang mengumpulkan batu. Namun untuk penelitian.

"Dia setiap diajak ke pantai, selalu membawa pulang batu-batuan, ditelitinya di rumah," kata Mardoto.

4. Tas Berisi Konblok dan Kerikil

Saat ditemukan tewas tenggelam di danau UI, jenazah Ace menggendong tas berisi konblok dan kerikil. Tak ada luka sama sekali di tubuh Ace. Mardoto mempertanyaan adanya tas berisi konblok dan kerikil.

"Itu di tasnya ada konblok dan kerikil. Kenapa seperti itu," katanya, Sabtu (4/4/2015).

Menurut Mardoto, Akseyna memang mengumpulkan batu. Namun untuk penelitian.

"Dia setiap diajak ke pantai, selalu membawa pulang batu-batuan, ditelitinya di rumah," kata Mardoto.

5. Akseyna Anak Tangguh

Mardoto meyakini Akseyna sebagai anak yang tangguh, kritis dan logis.

"Anaknya tangguh, tidak mudah tergoyah, kritis, logis baik di bidang agama dan ilmu, sederhana tidak suka hura-hura," ujar Mardoto, Jumat (3/4/2015).

"Anaknya fight. Jadi kalau ada yang berpikir anak saya putus asa, itu tidak mungkin," kata Mardoto.

5. Akseyna Anak Tangguh

Mardoto meyakini Akseyna sebagai anak yang tangguh, kritis dan logis.

"Anaknya tangguh, tidak mudah tergoyah, kritis, logis baik di bidang agama dan ilmu, sederhana tidak suka hura-hura," ujar Mardoto, Jumat (3/4/2015).

"Anaknya fight. Jadi kalau ada yang berpikir anak saya putus asa, itu tidak mungkin," kata Mardoto.
Halaman 2 dari 12
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads