Hanya 54,3 % Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Jokowi-JK

Hanya 54,3 % Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Jokowi-JK

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 11:21 WIB
Hanya 54,3 % Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Jokowi-JK
Paparan enam bulan pemerintahan Jokowi-JK. (Foto-Septiana L/detikcom)
Jakarta - Lembaga Indo Barometer menggelar survei terhadap kepuasan masyarakat atas enam bulan usia pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasilnya kepuasan publik terhadap pasangan yang dilantik 20 Oktober tahun lalu itu di bawah 75 persen.

Survei Indo Barometer dilakukan selama 15 sampai 25 Maret 2015 di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden 1200 orang. Surver menggunakan margin of error sebesar plus minus 3,0 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohamad Qodari mengatakan dari hasil survei terlihat hanya 57,5 % masyarakat yang cukup puas terhadap kinerja Presiden Jokowi. Sedangkan 33,8 % mengatakan kurang puas, 3,7 % tidak puas sama sekali, 3,2 % sangat puas dan 5 % mengutarakan tidak tahu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan, untuk kinerja Wapres Jusuf Kalla yang mengatakan cukup puas ada 53,3 %. Sedangkan yang kurang puas 34,7 %, tidak puas sama sekali 4,1 %, sangat puas 2 % dan 7,9 % tidak tahu.

"Dari hasil tersebut terlihat menjelang setengah tahun pemerintahan Jokowi-JK, kepuasan publik terhadap kinerja presiden Jokowi-JK masih belum memuaskan, jauh di bawah 75 %. Dibandingkan dengan zaman SBY ini lebih rendah," ujar Qodari dalam konferensi pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2015).

Qodari menuturkan, dari hasil survei permasalahan yang paling penting dialami Indonesia menurut masyarakat yaitu permasalahan ekonomi. Di mana mahalnya kebutuhan pokok masih menjadi permasalahan utama diikuti KKN, sulitnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kemiskinan.

"Dari hasil survei sebesar 67 persen masyarakat menilai bahwa ada pemimpin di Indonesia saat ini dapat menyelesaikan permasalahan sampai tuntas. Dan 33 % mengatakan tidak ada di mana angka ini masih tinggi," tutup Qodari.

(spt/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini