Beras Bantuan World Food Program Dimusnahkan
Rabu, 09 Feb 2005 00:37 WIB
Surabaya - Badan Bantuan Pangan Dunia (World Food Program, WFP) memusnahkan 67 ton beras bantuan yang akan dibagikan untuk program operasi pasar swadaya masyarakat Surabaya.Pemusnahan beras asal As yang rencananya akan digunakan untuk membantu sekitar 5 ribu kepala keluarga di Surabaya ini rusak karena terlalu lama disimpan di dalam kontainer."Beras bantuan sebanyak 67 ton terpaksa harus dimusnahkan, karena sudah rusak dan banyak kutunya. Menurut kami beras tersebut sudah tidak layak dibagikan ,β kata Kepala WFP Cabang Surabaya Simon Hollema ketika ditemui detikcom di Kantor Bulog Jalan Panjang Jiwo Surabaya, Selasa (8/2/2005).Menurut dia, beras bantuan yang saat ini dimusnahkan di Kantor Bulog merupakan kerja sama antara WFP dengan Bappenas. Beras yang akan dibagikan untuk masyarakat miskin Surabaya ini tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak Januari 2004 lalu sebanyak 3.632 ton."Berhubung pada waktu itu ada larangan impor beras yang dikeluarkan Menperindag, maka beras yang disimpan di dalam kontainer terpaksa tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama 6 bulan,β urai Simon.Setelah tertahan selama 6 bulan, lanjut dia, baru pertengahan 2004 kemarin semua beras bisa dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Perak dan di simpan di gudang Bulog."Dimusnahkannya beras sebanyak 67 ton bagi WFP sangat tidak berpengaruh. Karena beras yang rusak baru satu persen dari jumlah beras yang akan disalurkan bagi masyarakat prasejahtera di Surabaya," jelas Simon.Dari pantauan detikcom di lokasi gudang Bulog tempat beras bantuan disimpan, beras yang akan dimusnahkan tampak sudah berwarna kecolkatan dan disertai bau. Selain itu, sebagian beras yang dimasukkan ke dalam karung yang bertulis USA ini sudah hancur dan sebagian sudah dipenuhi kutu.
(sss/)











































