Tidak Terima Dipecat, Ketua DPC PD Semarang Banting Kursi
Selasa, 08 Feb 2005 23:03 WIB
Semarang - Tidak terima dipecat sebagai ketua DPC Partai Demokrat (PD) Semarang, Prajoko Hariyanto mengamuk dan membanting kursi hingga kaca meja rapat pecah.Aksi itu kemudian diikuti 4 rekan Prajoko. Mereka masing-masing membanting sebuah kursi ke meja rapat. Walhasil meja rapat dan kursi yang dibanting itu pun rusak.Insiden itu terjadi di Kantor Sekretariat DPC PD Semarang jalan Gajah Raya Semarang sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (8/2/2005).Saat itu sedang berlangsung rapat antara DPC PD Semarang dan DPD PD Jateng untuk melakukan evaluasi untuk menilai kinerja kepemimpinan Prajoko yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB.Dalam rapat itu, DPD PD Jateng yang diwakili Wakil Ketuanya Mundir Afif memutuskan Prajoko dipecat karena dinilai telah melanggar AD/ART, serta juklak dan juknis Pilkada Semarang.Dalam juklak dan juknis Pilkada Semarang, DPC diharuskan memunculkan nama walikota Semarang dari kader PD. Namun hal itu tidak dilakukan Prajoko. Dia bahkan tidak memunculkan nama siapapun.Begitu dinyatakan dipecat, Prajoko bersama 4 rekannya langsung emosi. "DPD tidak berhak memecat saya, yang patut memberhentikan saya adalah DPP," tukasnya lantang.Dia lantas berdiri dan membanting kursi ke meja rapat, lalu 4 rekannya melakukan hal serupa. Peserta rapat yang diikuti 12 orang itu hanya terpana dan terdiam dalam suasana yang tegang tersebut.Prajoko bersama 4 rekannya kemudian ngeloyor meninggalkan ruang rapat. Di luar, sekitar 30 orang yang merupakan massa Prajoko menyambutnya dan sudah siap berjaga-jaga jika ada yang melawan Prajoko.Untuk menetralisir situasi, aparat kepolisian pun diturunkan untuk berjaga-jaga di lokasi. Tidak tanggung-tanggung, aparat dari Polres Semarang Timur, Polwiltabes Semarang, dan Polda Jateng diturunkan.Beberapa saksi mata dibawa ke Polwiltabes Semarang untuk dimintai keterangan. Sedangkan Prajoko dan 4 rekannya sudah keburu meninggalkan lokasi."Kita akan proses kejadian ini secara hukum. Biar bagaimanapun kader Demokrat itu harus dimunculkan dalam pencalonan Pilkada," tukas Wakil Ketua DPC PD Semarang Didi Marsudi.
(sss/)











































