Ini Rincian WNI yang Dievakuasi dari Yaman Sejak Desember 2014

Ini Rincian WNI yang Dievakuasi dari Yaman Sejak Desember 2014

- detikNews
Minggu, 05 Apr 2015 17:23 WIB
Ini Rincian WNI yang Dievakuasi dari Yaman Sejak Desember 2014
(Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Situasi politik dan keamanan yang semakin memburuk di Yaman membuat Kementerian Luar Negeri mengevakuasi warga negara Indonesia sejak Desember 2014 hingga intensifikasi evakuasi pada Maret 2015 lalu. Berikut rincian WNI yang berhasil dievakuasi.

Data ini didapatkan dari rilis Kemlu dan pernyataan Menlu Retno LP Marsudi:

- Desember 2014 - 25 Maret 2015: 792 WNI telah berhasil dievakuasi dari Yaman dengan rincian:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

* 590 WNI telah kembali ke Indonesia

* 202 WNI dievakuasi ke wilayah aman di Jizan, Arab Saudi dan Djibouti City, Djibouti

- Hingga April 2015, berikut rincian WNI yang berhasil dievakuasi ke safe house di Yaman:

* 89 WNI di Aden

* 14 WNI di Sana'a

* 40 WNI di Mukalla

* 58 WNI di Tarim

- WNI yang masih belum berhasil dievakuasi:

* 540 WNI sebagai mahasiswa yang belajar di Universitas Al Ahgaff, Al Mukalla

"Ada 500 mahasiswa di Al Mukalla yang saat ini tim kami belum bisa (evakuasi) karena alasan keamanan. Tapi kita sudah komunikasi dengan pihak Mukalla untuk set up evakuasi. Jadi rencananya dari Tarim akan ada 58 mahasiwa kita yang sudah siap dievakuasi, sedangkan di Al Mukalla ada sekitar 40-an dievakuasi," jelas Menlu Retno saat menyambut WNI dari Yaman di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (5/4/2015).

Kota Al Mukalla ini, imbuh Retno, berada di timur Yaman, sehingga maka jalurnya adalah ke Salalah, Oman.

"Kita punya tim kuat di sana dan diperkuat oleh tim Deplu di Muscat. Tim Kemlu kita tentukan tim diplomat yang sudah memiliki kemampuan untuk evakuasi dan tim berbahasa Arab semua. Sudah bertemu dengan mahasiswa kita di sana. Untuk menghimbau teman teman mahasiswa agar mau dievakuasi," jelas Menlu Retno.

Tim percepatan evakuasi Kemlu sendiri juga telah membantu membentuk Tim Relawan Percepatan Evakuasi yang di pimpin oleh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Hadramaut. Tim terpadu evakuasi WNI juga telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk para tokoh ulama dan pimpinan universitas dan pesantren guna membantu meyakinkan WNI yang ada di daerah Hadhramaut agar bersedia di evakuasi.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia telah mengirimkan Tim terpadu ke Yaman dan Salalah, Oman untuk melakukan intensivikasi evakuasi WNI termasuk dengan mengerahkan satu pesawat TNI AU Boeing 737-400 dan satu kapal yang disewa dari Djibouti. Tim yang terdiri 43 personil meliputi unsur Kementerian Luar Negeri (14 orang), TNI AU (21 orang), Polri (7 orang), dan BIN (3 orang). Tim terus mencari cara untuk dapat melakukan evakuasi cepat, aman dan efisien.

Operasi evakuasi Yaman melibatkan 5 Perwakilan RI yaitu KBRI Sanaa, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Addis Ababa dan KJRI Jeddah.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads