Kepala BNPT Enggan Komentari Penyergapan Daeng Koro

Kepala BNPT Enggan Komentari Penyergapan Daeng Koro

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Minggu, 05 Apr 2015 17:01 WIB
Kepala BNPT Enggan Komentari Penyergapan Daeng Koro
Jakarta - Daeng Koro atau Sabar Subagyo tewas di tangan aparat gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Densus 88/Antiteror. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution yang sudah mengetahui hal itu enggan berkomentar banyak.

"(Tanya ke) Mabes Polri. Jadi gini law enforcement ada di Mabes Polri. Silakan tanya ke Mabes, kami dalam rangka deredikalisasi bukan law enforcement," ujar Saud saat dikonfirmasi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2015).

Saud mengimbau agar masyarakat di seluruh daerah berhati-hati terhadap paham radikal yang mungkin berkembang tanpa gerak. Kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), dia menargetkan agar pihaknya bisa bekerjasama memantau situs-situs yang dinilai sesat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam rangka counter radikalisasi, kita imbau masyarakat tidak mengikuti kelompok itu. Semua pihak dari hilir sampai ke hulu. Dari anak kecil sampai orang tua. Target kita semua orang yang baca situs itu," lanjutnya.

Mengenai situasi yang masih terasa mencekam di sekitar Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Parigi Utara, Parigi Montong (Parimo) pasca aksi baku tembak pada Jumat (3/4) lalu, Saud meminta warga sekitar untuk berhati-hati. Dia enggan menyebut jumlah pengikut Daeng Koro secara pasti, menurutnya biar pihak kepolisian saja yang membuka.

"Kita imbau masyarakat tetap waspada tidak terpengaruh kelompok-kelompok kalau ada orang asing lapor pada petugas. Densus Polri dengan jajarannya melakukan hal. Memberi dialog. Di sana kan ada aparat keamanan ada petugas patroli," kata Saud.

"Mantan Kopassus katanya Pak?" tanya wartawan.

"Nggak tahu saya," pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam penyergapan teroris Jumat (3/4) yang menewaskan Daeng Koro, terjadi di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Parigi Utara, Parigi Montong (Parimo). Polri menyatakan, pihaknya telah sebulan lebih mengikuti jejak kelompok teroris tersebut pasca menerima laporan warga akan adanya belasan pria bersenjata di dusun mereka.

(aws/kha)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads