Menlu Retno Minta Yaman Berlakukan Jeda Kemanusiaan untuk Evakuasi

Menlu Retno Minta Yaman Berlakukan Jeda Kemanusiaan untuk Evakuasi

- detikNews
Minggu, 05 Apr 2015 16:54 WIB
Menlu Retno Minta Yaman Berlakukan Jeda Kemanusiaan untuk Evakuasi
Menlu Retno menyambut WNI yang baru tiba dari Yaman di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Aditya FAjar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Keadaan kemanaan di Yaman, khususnya di bagian Barat Yaman sekitar kota Aden dan Sana'a semakin memprihatinkan. Menlu RI Retno LP Marsudi meminta agar Yaman memberlakukan jeda kemanusiaan guna kelancaran proses evakuasi warga sipil.

"Menlu RI meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause) guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman. Kesempatan ini akan digunakan oleh Pemerintah RI untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari Yaman," demikian rilis dari Kemlu seperti yang diterima, Minggu (5/4/2015).

Menlu Retno sendiri hingga pukul 16.30 WIB masih berada di Common Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten, untuk menyambut kedatangan WNI dari Yaman. Menlu Retno terus mengimbau agar WNI di Yaman bersedia untuk dievakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tak bisa memaksa WNI untuk dievakuasi. Tapi kita imbau agar mereka mau dievakuasi. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi esok dan lusa. Karena kondisi bisa berubah dari aman menjadi tidak akan terjadi secara drastis," tutur Menlu Retno.

Tugas negara, imbuh Retno, adalah melindungi WNI, namun pihaknya juga tak bisa memaksa WNI itu untuk pulang dari Yaman. Berbagai langkah persuasif pun ditempuh.

"Tugas negara adalah lindungi WNI tapi kita tak bisa memaksa. Kita imbau dengan persuasif, tim Kemlu dan Polri terus lakukan komunikasi persuasif pada mereka," jelas perempuan berambut pendek ini.

Operasi evakuasi Yaman melibatkan 5 Perwakilan RI yaitu KBRI Sanaa, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Addis Ababa dan KJRI Jeddah. Hingga saat ini, belum ada WNI yang menjadi korban perang di Yaman.

"Alhamdulillah belum dan mudah-mudahan tidak (tidak ada WNI yang tewas). Tim kita sangat kuat dari Jizan, Riyadh dan Jeddah turun. Di Muscat kita turun, Adis Ababa juga turun. Tim Jakarta yang dibantu TNI, Polri dan lain-lain, operasi evakuasi dilakukan dengan baik," katanya.

Apa kendala terberat evakuasi WNI di Yaman? "Keamanan yang bisa berubah tiap saat," jawab Menlu Retno yang memakai kemeja putih dan celana hitam saat menjemput WNI dari Yaman sore ini.

Pertempuran yang terjadi di Yaman semakin meluas semenjak Arab Saudi meluncurkan serangan udara pada 26 Maret lalu untuk menghentikan pergerakan pemberontak Houthi yang memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi ke Saudi. Ketua HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein menyebut Yaman kini berada di ambang kehancuran. Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat untuk membahas penghentian sementara pertempuran di Yaman. Opsi ini diajukan Rusia demi alasan kemanusiaan.


(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads