Ada Bendera ISIS di Barang Bukti yang Disita Densus dalam Penyergapan Daeng Koro

Ada Bendera ISIS di Barang Bukti yang Disita Densus dalam Penyergapan Daeng Koro

Andri Haryanto - detikNews
Minggu, 05 Apr 2015 16:12 WIB
Ada Bendera ISIS di Barang Bukti yang Disita Densus dalam Penyergapan Daeng Koro
Bendera ISIS yang ditemukan Densus (Andri/detikcom)
Jakarta -

Sabar Subagyo alias Daeng Koro, gembong teroris Poso yang paling dicari aparat, khususnya Densus 88/Antiteror, tewas setelah baku tembak dengan tim gabungan detasemen berlambang burung hantu itu dengan Polda Sulawesi Tengah. Berbagai macam barang bukti disita aparat dalam penyergapan tersebut, salah satunya adalah bendera ISIS.

Baku tembak terjadi pada Jumat (31/3/2015), sekitar pukul 14.00 Wita, di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Parigi Utara, Kabupaten Parigi Montong, atau 150 kilometer dari Poso.

Aparat mendeteksi ada 12 teroris yang turun gunung ke pemukiman warga. Pengungkapan sendiri tidak luput dari partisipasi masyarakat sekitar yang merasa terusik oleh kedatangan para teroris bersenjata tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi menduga kuat bahwa salah satu korban tewas dalam baku tembak adalah Daeng Koro atau Sabar Subagyo. Dia disertir satuan elit di TNI dan tercatat otak dari serangkaian aksi teror, termasuk pembunuhan terhadap dua anggota polisi yang jasadnya ditemukan di Tamanjeka.

Meski secara kasat mata jasad yang tewas adalah Daeng Koro, namun penyidik harus menguatkan bukti dengan hasil uji DNA buron teroris tersebut.

Wakapolri Komjen Badrodin Haiti meninjau langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah didampingi Kapolda Brigjen Idham Azis. Calon tunggal Kapolri ini melihat langsung jasad Daeng Koro yang berada di ruang pemulasaran rumah sakit.

Dari penyergapan tersebut polisi menyita beberapa pucuk senapan M16 pabrikan dan satu senapan rakitan. Ada juga peta yang disinyalir untuk membaca pergeseran tempat, handy talky, GPS, dan beberapa bilah senjata tajam seperti golok dan celurit. Ada pula amunisi, magazen milik para teroris.

Sampai saat ini upaya pengejaran dan penyergapan terus dilakukan. Termasuk dengan menyekat ruang gerak teroris di tiap perbatasan wilayah.

(ahy/kha)


Berita Terkait