"Di KBRI staf dubes sudah dievakuasi. Tapi dubes serta para staf sudah di Jizan (Jizan-Arab Saudi), 38 staf dan keluarga," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Lalu Muhammad Iqbal kala ditanya apakah KBRI Yaman masih bertahan.
Hal itu disampaikan Iqbal saat menunggu kedatangan para WNI dari Yaman di Common Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu (5/4/2015) siang. Yang tersisa dari KBRI Yaman di Sana'a, adalah beberapa staf WNI dan staf lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"7 staf dari Indonesia dan 10 staf lokal, beserta keluarga," tandas dia.
Pertempuran yang terjadi di Yaman semakin meluas semenjak Arab Saudi meluncurkan serangan udara pada 26 Maret lalu untuk menghentikan pergerakan pemberontak Houthi yang memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi ke Saudi. Ketua HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein menyebut Yaman kini berada di ambang kehancuran.
Melihat kondisi Yaman yang mengkhawatirkan, negara-negara asing pun sibuk mengevakuasi warganya yang ada di Yaman, termasuk Indonesia. Hari ini sebanyak 110 WNI dijadwalkan tiba di Cengkareng. Sebagian lainnya enggan dievakuasi karena menilai daerah tempat tinggal mereka masih relatif aman.
(nwk/nrl)










































