"Dari 1 orang terduga kelompok teroris yang diduga Daeng Koro, petugas berhasil mengamankan bom lontong, 2 pucuk senjata api M 16 dan 1 pucuk senpi laras panjang rakitan beserta ratusan amunisi, GPS, 2 buah handphone dan peta Sulawesi," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto kepada detikcom, Minggu (5/4/2015).
Daeng Koro tewas dalam penyergapan tim Densus dan Polda Sulteng di Pegunungan Sakinah Jaya, Jumat (3/4) lalu. Penyergapan ini berawal dari informasi intelijen yang mendapatkan informasi adanya 6 orang kelompok bersenjata yang menyandera masyarakat setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 13.00 WITA, Kapolres Parigi menuju ke TKP dengan melibatkan kekuatan 1 pleton gabungan dari Reserse, Intelkam dan Sabhara bersama tim Densus 88 Polri. Satu setengah jam tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pengintaian.
"Dari hasil pengintaian ditemukan kurang lebih 10 orang kelompok teroris dengan memegang senjata," ungkapnya.
Tim kemudian langsung melakukan penyergapan terhadap kelompok bersenjata terjsebut. Kelompok teroris pun melakukan perlawanan hingga akhirnya baku tembak pun terjadi selama kurang lebih 1 jam.
Dalam kontak senjata itu, seorang terduga teroris yang diduga kuat Daeng Koro, tewas di lokasi. Setelah lokasi clear, petugas melakukan pemeriksaan dan ditemukan sejumlah barang bukti tersebut.
(mei/kha)











































