Danrem: Pembunuhan 2 Pelajar RI di Dili Murni Kriminal
Selasa, 08 Feb 2005 18:26 WIB
Kupang - Pembunuhan dua pelajar Indonesia turunan Timtim oleh sekelompok orang di Timor Leste murni tindakan kriminal dan tidak ada kaitan dengan masalah politik. Karena itu, aparat penegak hukum menyerahkan sepenuhnya kepada polisi nasional Timor Leste untuk melakukan proses hukum terhadap para pelaku. Hal ini disampaikan Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Kolonel Infanteri Moeswarno Moesanip yang dihubungi melalui saluran telepon Selasa (8/2) sore. "Saya sudah mendapat laporan rinci mengenai insiden itu. Tidak ada muatan politik atau rencana terselubung dari kelompok tertentu. Kejadian itu murni kriminal dan polisi nasional Timor Leste harus mengurus secara tuntas," tegas Danrem. Dikatakan dia, misi PBB maupun pasukan perdamaian yang bertugas di negara bentukan PBB tersebut akan berakhir pada bulan Mei mendatang. Karena itu, bila masalah ini dipolitisir, maka Indonesia yang akan dirugikan. "Semua kejadian yang bernuansa kriminal di Timor Leste selalu dikaitkan dengan mantan milisi. Padahal secara organisatoris, milisi sudah dibubarkan dan tidak ada aktivitas lagi di Timor barat," ungkapnya.Kasus pembunuhan terhadap Emilia 'Yanti' Bareto, 16 tahun dan Agusta de Jesus, 15 tahun, pelajar berkewarganegaraan Indonesia tersebut, lanjut Moesanip, tidak akan mempengaruhi kelancaran rekonsiliasi, asalkan aparat penegak hukum Timor Leste memberikan sanksi tegas kepada para pelakunya. Pembunuhan itu sendiri terjadi pada 29 Januari 2005 lalu, namun pihak keluarga baru mendapat informasi pada beberapa hari lalu. Jenazah kedua korban sudah dibawa ke Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.Upacara pemakaman dihadiri oleh ribuan warga eks Timtim dan kebanyakan menggunakan pakaian hitam, pertanda kedukaan. Hadir pada upacara pemakaman, sejumlah tokoh integrasi maupun mantan anggota milisi.
(asy/)











































