Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, Daeng Koro dan sejumlah anggotanya bersembunyi di pegunungan tersebut dan melakukan pelatihan militer.
Namun, sejak 15 orang anak buahnya yang bagian antar berita, antar logistik dan lain-lain ini tertangkap dalam Operasi Camar, menyulitkan mereka dalam persembunyian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Daeng Koro ini pun diketahui oleh masyarakat, hingga akhirnya dilaporkan ke petugas kepolisian setempat. Tim Densus yang mendapatkan laporan tersebut kemudian melakukan penyergapan di pegunungan Sakina Jaya.
"Sehingga akhirnya terjadi baku tembak," ungkapnya.
Daeng Koro merupakan buron teroris yang paling dicari oleh Polri. Ia terlibat dalam sejumlah aksi terorisme. Ia juga merupakan pimpinan kelompok teroris Poso.
Daeng Koro juga melatih sekaligus menjadi ketua pelaksana beberapa kegiatan tadrib asyakari yang dilaksanakan di Tuturuga, Morowali, juga di Sulawesi Barat dan di Gunung Tamanjeka, Poso.
Perakit bom ini juga terlibat dalam penembakan anggota Brimob di Kalora dan menjadi aktor intelektual dalam penembakan Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman di Tamanjeka.
(mei/kha)











































