Di Taman Tabanas Semarang memang cocok untuk melihat gerhana bulan karena lokasinya yang tinggi dan terkenal dengan city view-nya. Tidak heran jika sejak pukul 17.00 warga sudah mulai berkumpul.
Salah satu warga, Wulan (36) mengatakan ia sengaja datang sejak sore karena penasaran dengan fenomena yang dikabarkan langka itu. Ia memilih lokasi Gombel karena tidak tempatnya yang memungkinkan dirinya melihat langit dengan leluasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin malam, warga yang berkumpul menikmati fenomena tersebut semakin banyak. Mereka mengabadikannya menggunakan kamera telepon seluler menikmatinya dengan dua teleskop dan satu binocular yang dipinjamkan secara gratis.
"Keren banget. Katanya 500 tahun sekali, ya?" tandas warga Ngaliyan Semarang, Nando (25).
Ketua Komunitas Astronomi Amatir Semarang, Dewi Lestari (20) mengatakan komunitasnya datang ke Gombel untuk mengamati gerhana bulan tersebut. Namun mereka juga membawa alat-alat yang bisa dipinjam warga di sana.
"Kami sengaja membawa alat-alat ini untuk digunakan. Selain untuk pengamatan kami, ini juga sebagai sosialisasi kepada mayarakat umum," kata Dewi
Bayangan bumi mulai terlihat menutupi sebagian besar bulan sekitar pukul 18.00. Menurut Dewi gerhana bulan kali ini termasuk langka karena durasinya yang pendek. Menurutnya diprediksi fenomena serupa akan terjadi lagi tahun 2018.
Sementara itu umat Muslim di Kota Semarang menjalankan Salat Gerhana yang diantaranya di Masjid Agung Semarang Kauman dan Masjid Agung Jawa Tengah. Takmir Masjid memang sudah mengingatkan jemaah Masjid sejak beberapa hari lalu.
(mpr/mpr)










































