Pantauan detikcom di lokasi nonton bareng (nobar) gerhana bulan di lobby planetarium TIM, Sabtu (4/4/2015) pukul 18.45 WIB, sekitar seratusan warga Jakarta dan sekitarnya telah berkumpul untuk melihat fenomena gerhana bulan tersebut. Banyak diantara mereka yang membawa serta keluarga dan pasangan untuk menghabiskan akhir pekan disana.
Streaming sendiri telah dilakukan sejak pukul 17.55 WIB. Karena cuaca yang tak bersahabat, maka hanya dapat menyaksikan live streaming gerhana bulan melalui proyektor yang di letakkan di lobi planetarium. Padahal menurut rencana awal, para pengunjung dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan itu menggunakan teleskop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mau lihat gerhana bulan total, kan katanya hari ini, jadi penasaran aja," jelasnya ketika diwawancarai.
Walaupun tak terlalu mengerti ilmu astronomi, namun Tina mengaku antusias karena menyaksikan gerhana bulan merah (blood moon) merupakan hal yang jarang terjadi. Tak dapat melihat melalui teloskop pun tak terlalu menjadi soal baginya.
"Kalau menurut saya mendingan streaming ya, jadi semua bisa lihat. Kalau pakai teleskop kan harus mengantri," jelasnya.
Lain halnya dengan Leo (28) warga Depok. Dirinya sengaja datang ke Planetarium untuk menyaksikan gerhana bulan melalui teleskop. Namun dia sedikit kecewa karena cuaca Jakarta tak memungkinkan untuk melihat fenomena gerhana tersebut melalui teleskop.
"Ya kecewa sih nggak bisa melihat lewat teleskop, kan nggak bisa lihat secara langsung," jelas dia.
Streaming sendiri akan dilaksanakan hingga pukul 21.59 WIB, hingga fase akhir gerhana bulan, yakni gerhana bulan samar. Saat ini di wilayah Indonesia sudah memasuki fase blood moon atau bulan tertutup sempurna. Rencananya streaming sendiri tak hanya dilakukan dari wilayah Jakarta, namun juga dari wilayah Palembang dan Tanjung Pandan.
(rni/mpr)











































