Kota Tua, Jalan-jalan Melihat Potret Jakarta di Masa Kolonial

Kota Tua, Jalan-jalan Melihat Potret Jakarta di Masa Kolonial

- detikNews
Sabtu, 04 Apr 2015 11:56 WIB
Kota Tua, Jalan-jalan Melihat Potret Jakarta di Masa Kolonial
Suasana Kota Tua (Yudhis/ detikcom)
Jakarta - Libur panjang pekan ini banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk berekreasi bersama keluarga. Berbagai tempat kongkow-kongkow untuk melepas penat maupun mencuci mata pun ramai dikunjungi orang.

Salah satu tempat yang menjadi sasaran warga Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur adalah Kota Tua. Sabtu (4/4/2015), sekitar pukul 10.00 WIB sekurangnya seratusan orang tumpah ruah di kawasan Jakarta Kota ini.

Kota Tua menarik perhatian orang karena menyimpan secuil kisah Jakarta sebagai kota pelabuhan di masa lampau karena banyak bangunan zaman kolonial. Selain itu, berwisata di Kota Tua tidak terlalu menguras dompet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ngajak anak-anak kemari nggak terlalu makan biaya. Nggak seperti ke Ancol atau Dufan," ujar Aisyah yang datang bersama suami dan kedua anaknya.

Lain hal dengan Aisyah, Rusmiati (30) yang berasal dari Depok membawa kedua anaknya yang masih berumur 13 dan 14 tahun ke Kota Tua untuk lebih mengenalkan museum-museum di Jakarta. Karena menurutnya, pengenalan museum pada anak-anak akan menambah wawasan pengetahuan mereka.

"Di sinikan ada banyak Museum. Kayak Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia. Jadi saat anak-anak berkunjung ke museum-museum tersebut bukan hanya dapat hiburan namun pengetahuan juga," jelas Rusmiati.

Meski suasana di Kota Tua cukup terik, namun tak menyurutkan orang-orang untuk berkunjung. Demi melindungi dari terik matahari, banyak yang menggunakan payung atau topi.

Banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman di sekitar Kota Tua. Selain itu ada juga badut-badut yang memakai aneka kostum menghibur para pengunjung demi lembaran uang ribuan.

(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads