"Anak saya tidak terlalu terampil berenang," ujar Mardoto ketika dihubungi, Sabtu (4/4/2015).
Menurut Mardoto, Akseyna pernah latihan berenang saat SD dan SMP. Namun di luar itu, anaknya tidak pernah berenang. "Berenangnya sebatas latihan itu saja," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di pantai nggak sampai berenang di pantai. Hanya untuk bermain-main saja," kata Mardoto.
Akseyna meninggal tenggelam di Danau Balairung UI. Belum diketahui apakah Akseyna meninggal bunuh diri atau dibunuh. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.
Hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan pesan yang ditinggalkan Akseyna sebelum meninggal. Pesan itu ditulis di secarik kertas yang ditempel di dinding di kamar kosnya. Pesan tersebut dituliskan dalam berbahasa Inggris "will not return for please don't search for existence my apologies for everything eternally".
Ayah Akseyna meminta polisi jangan hanya mengambil kesimpulan dari surat wasiat yang juga dia ragukan. "Jangan ada pemaksaan kesimpulan dengan kecenderungan hanya berdasarkan surat wasiat," tutur Mardoto di Yogyakarta, Jumat (3/4/2015).
(nik/slm)











































