24 Komputer Ditarik Distributor Jelang UN, Siswa SMK di Kukar Kaltim ini Demo

24 Komputer Ditarik Distributor Jelang UN, Siswa SMK di Kukar Kaltim ini Demo

- detikNews
Kamis, 02 Apr 2015 18:15 WIB
24 Komputer Ditarik Distributor Jelang UN, Siswa SMK di Kukar Kaltim ini Demo
(Foto: Suriyatman/detikcom)
Samarinda - Ujian Nasional (UN) akan digelar seminggu lagi. Mendadak 24 dari 124 komputer di SMK swasta di Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ditarik distributor karena belum dibayar. Para siswa berunjuk rasa, menuntut pihak sekolah bertanggung jawab.

Sejumlah guru mengaku tidak bisa berbuat banyak. Menurut mereka, masalah ini muncul setelah kepala sekolah diganti mendadak. Akibatnya, berbagai persoalan administrasi muncul dan mengancam pelaksanaan UN online.

"Banyak persoalan yang belum bisa dijawab saat ini. Ditariknya 24 komputer oleh distributor karena sekolah tidak mampu membayar. Ini bisa berimbas ke persoalan lain," kata Sugiyono, salah seorang guru SMK tersebut, Kamis (2/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan UN sistem online rencananya dilaksanakan dalam 3 shift selama sehari. Ini diberlakukan lantaran tidak setiap siswa mendapat jatah satu komputer. Sebanyak 340 siswa dibagi dalam 3 shift dengan mengoperasikan 100 komputer yang tersisa.

"Ditariknya 24 komputer membuat panitia harus mengubah rencana pelaksanaan UN bagi 340 siswa," kata Sugiyono.

Mengetahui kondisi itu, siswa menggelar unjuk rasa. Mereka memasang poster berisi kekecewaan. Sebagai bentuk keprihatinan, para siswa membubuhkan tanda tangan di sebuah kain panjang. Kekecewaan mereka bertambah karena sejumlah guru yang harusnya memberi materi persiapan pelaksanaan UN online justru tidak datang mengajar.

"Kami mau mendapatkan jaminan bahwa pelaksanaan UN online di sekolah ini bisa dilaksanakan," kata Syaiful Rahman, siswa kelas 12, di sela-sela aksi.

Sebenarnya para siswa berniat bertemu kepala sekolah, tapi sedang tak berada di kantornya. Para siswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah jam sekolah berakhir. Pihak yayasan belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini.


(try/try)


Berita Terkait