"Iya, saya pakai kunci Yamaha yang saya temukan" kata Sholikin di Mapolrestabes Semarang, Kamis (2/4/2015).
Empat pencurian yang dilakukan dan dilaporkan korban terjadi pada 9 Maret di Pasar Bangetayu dengan hasil Yamaha Jupiter Z H 2965 OA, kemudian tanggal 17 Januari di tempat parkir RSI Sultan Agung dengan hasil Yamaha Vega H 2510 BJ, tanggal 31 Januari ia mencuri Yamaha Jupiter Z AD 6660 HP di Pasar Genuk, dan tanggal 21 Februari di Pasar Bangetayu Kulon dengan hasil Yamaha Vega R AD 6410 CZ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka. Namun jika benar yang digunakan pelaku adalah kunci asli dari produsen motor tapi bisa digunakan di motor lain, maka itu perlu dipertanyakan.
"Jadi ada kunci Yamaha asli bisa untuk motor Yamaha yang lain. Ini bisa ditanyakan ke produsen. Produsen juga harus tahu kenapa bisa tidak safety," tandas Djihartono.
Selain Sholikin, ada 17 pelaku curanmor yang ditangkap Polrestabes Semarang dan jajarannya selama bulan Februari dan Maret 2015. Djihartono menambahkan, angka curanmor di Semarang masih tinggi sehingga masyarakat pemilik kendaraan bermotor dihimbau lebih waspada dengan memberi kunci tambahan.
(alg/rul)