"Membernya ada 16 orang, ada selebriti, istri-istri pejabat ada juga kali ya. Kaum sosialitalah. Ini sedang dikumpulkan datanya siapa saja sama asisten Hengki," ujar Ibnu Siena Bantayan dari BRMC Advokat selaku kuasa hukum Hengki kepada detikcom, Kamis (2/4/2015).
Ibnu sendiri belum bisa menyebutkan nama-nama sosialita yang mengikut arisan ini. Namun, ia sendiri membantah jika artis Syahrini ikut sebagai peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ibnu, Hengki merupakan bandar dalam arisan tersebut. Hengki juga ikut seebagai member dalam arisan tersebut.
"Uang itu dikumpulkan di rekening Hengki. Uang baru disetorkan kepada yang menang tiap bulannya," ungkapnya.
Masing-masing peserta, menyetorkan uang sebesar Rp 50 juta tiap bulannya. Arisannya sendiri digelar sejak Januari 2013 hingga April 2014.
Namanya juga arisan sosialita, para peserta tiap bulannya kumpul di restoran di mal-mal besar. "Kadang di Pacific Place, kadang di Plaza Senayan, tergantung para membernya mau di mana," imbuhnya.
Adapun sistem arisan 'Glamz' ini, lanjut Ibnu, tidak dikocok sebagaimana arisan pada umumnya. Penentuan siapa yang akan menang tiap bulannya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan para member.
"Menurut Hengki tidak dikocok, tetapi disesuaikan saja. Misalnya ada yang minta 'aku bulan ini ya karena lagi butuh duit', kalau yang lain tidak keberatan, ya tidak masalah. Jadi tidak dikocok," bebernya.
Sebagai bandar, Hengki sendiri membuka grup khusus di BlackBerry Messanger untuk para anggota arisan ini. "Kadang ngobrol-ngobrol di Grup BBM itu," imbuhnya.
Ia tambahkan, produk arisannya sendiri berupa uang. "Jadi tidak ada klien saya menjanjikan mobil sport senilai Rp. 4 miliar seperti pemberitaan di media-media. Wong klien kami saja tidak punya mobil sport," cetusnya.
Hengki sendiri ditangkap dan ditahan polisi pada Rabu (1/4) kemarin, setelah dilaporkan oleh Ina Soviana alias Jeng Ana atas dugaan penggelapan uang arisan senilai Rp 1,5 miliar. Jeng Ana merupakan member arisan yang seharusnya mendapatkan uang tersebut pada April 2014 lalu.
Namun, alih-alih mendapatkan uang airsan, Jeng Ana malah harus gigit jari. Karena ternyata, Hengki menggunakan uang Jeng Ana ini untuk membuka bisnis butik busana Hengki.
Ibnu sendiri tidak membantah jika kliennya menggunakan uang tersebut. Namun yang disesalkan, kata Ibnu, permasalahan ini berakhir di jalur hukum. Sebab, kata Ibnu, kliennya sendiri telah mendapat persetujuan Jeng Ana untuk menggunakan uang tersebut untuk membuka butik dengan janji keuntungan.
(mei/ndr)











































