Istri Mantan Ketua MUI Sulut Dibunuh, Diduga Jadi Korban Perampokan

Istri Mantan Ketua MUI Sulut Dibunuh, Diduga Jadi Korban Perampokan

- detikNews
Rabu, 01 Apr 2015 23:55 WIB
Manado - Aminah Potabuga (61), istri mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Fauzy Nurani, tewas dibunuh. Jasad korban ditemukan di rumahnya di Kelurahan Mahawu Lingkungan III Kecamatan Tuminting, Rabu (1/4/2015) malam.

Korban ditemukan oleh anaknya sendiri, Rahmawaty Fauzy (33), yang baru pulang bersama pembantunya, Ansela Sumendap (34), sekitar pukul 18.30 Wita. Keduanya curiga karena pintu pagar terbuka lebar, sedangkan mobil Honda Jazz hitam yang terparkir di garasi sudah tidak ada lagi, dan seisi rumah dalam keadaan seperti diobrak-abrik.

"Titi (anak korban) sudah merasa tidak enak hati saat memanggil tapi tidak ada jawaban, apalagi pintu rumah dalam keadaan terkunci," ujar Ansela.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu saya lihat ke dalam sudah berantakan, Titi langsung ke belakang dan lihat ibunya sudah tergeletak diatas buku," tambahnya.

Sontak, kejadian itu membuat heboh di lokasi kejadian. Warga kemudian berbondong-bondong ke rumah korban. Setelah pintu berhasil didobrak, warga kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Tak lama berselang, pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku pembunuh Aminah. Pelaku yang membawa kabur mobil istri mantan Ketua MUI Sulut itu tertangkap di Bandara Sam Ratulangi Manado.

YP alias Yamin (30), warga Kelurahan Mahawu Lingkungan IV Kecamatan Tuminting, ditangkap oleh patroli lalulintas Polsek Mapanget, yang sedang melakukan pengamanan pawai obor dalam rangka menyambut Paskah.

"Termonitor lewat handy talky (HT) kalau pelaku melarikan mobil milik korban. Bertepatan ada mobil dengan ciri-ciri yang sama melintas menuju bandara, kami putar arah dan mengejar mobil itu," terang Aiptu Silvester, anggota Satlantas Polsek Mapanget.

Karena merasa dikejar, katanya, pelaku mencoba masuk ke dalam Bandara Sam Ratulangi. Tapi karena gugup, pelaku salah arah dengan masuk melalui pintu keluar dan terhalang palang. "Kami langsung cegat hingga dia tidak bisa kemana-mana lagi," lanjut Silvester.

Uniknya, pelaku yang merasa dikejar karena akan ditilang, sempat mencoba menyogok anggota polisi menggunakan selembar uang Rp 100 ribu dengan harapan bisa dibebaskan. Tapi bukannya dilepas, ia langsung diringkus dan digiring ke Polsek Mapanget, sebelum akhirnya dibawa ke Polresta Manado.

"Tangannya gemetar waktu serahkan uang, itu yang buat kami yakin dia adalah pelaku pembunuhan, apalagi ciri-ciri mobil yang dibawanya persis dengan milik korban," tandas Silvester lagi.



(kha/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads