F-PDIP Sesalkan Inkonsistensi Pengusul Interpelasi
Selasa, 08 Feb 2005 15:57 WIB
Jakarta - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) menyesalkan inkonsistensi sebagian pengusul interpelasi surat presiden R.41/Pres/10/2004. Surat itu tentang penarikan Surat Presiden R.32/Pres/10/2004 perihal pergantian panglima TNI. "Kami memprotes inkonsistensi para interpelator karena mereka tidak mencabut tanda tangan yang telah dibubuhkan dalam pengajuan hak interpelasi. Ini semata-mata terkait masalah moral anggota DPR," ujar Sekretaris F-PDIP Jacobus Mayong Padang dalam konpers di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/2/2005). Sekadar diketahui, dari 49 anggota DPR yang menandatangani pengajuan usulan interpelasi, ada beberapa nama yang menolak usulan itu diteruskan. Mereka antara lain Theo L Sambuaga, Yorris Raweyai, Agun Gunandjar Sudarsa dan Mujib Rahmat. Yuddy Chrisnandi yang merupakan salah seorang penggagas interpelasi juga tidak tampak saat voting pengajuan interpelasi dalam rapat paripurna. Dikatakan Jacobus, alasan fraksinya melakukan walk out dalam paripurna karena pengajuan interpelasi tersebut menyangkut harkat dan martabat DPR. Surat R.32, kata Jacobus, sudah disetujui dalam rapat paripurna untuk diproses lebih lanjut. "Tapi tiba-tiba ditarik presiden dengan keluarnya R.41, berarti ini kan bentuk pelevcehan terhadap lembaga DPR. Silakan saja rakyat menilai bagaimana konsistensi sikap politik," katanya.
(rif/)











































