Wapres: Tanggap Darurat di Aceh Sudah Hampir Selesai

Wapres: Tanggap Darurat di Aceh Sudah Hampir Selesai

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2005 15:09 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tanggap darurat pasca bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Udara sudah hampir selesai. Saat ini penanganan Aceh sudah pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.Pernyataan ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai bertemu para Duta Besar dan aktivis LSM asing untuk membahas rehabilitasid dan rekonstruksi Aceh di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Selasa (8/2/2005). Dalam pertemuan itu Kalla, yang juga Ketua Badan Koordinai Nasional (Bakornas) Penanganan Bencana dan Pengungsi (PBP), didampingi oleh Menko Kesra Alwi Shihab, Ketua Harian Bakornas BHP."Pertama saya terima kasih kepada seluruh negara donor dan PBB, dan menyampaikan tahapnya sekarang sudah tahap rehabilitasi. Bagaimana kerja samanya mereka harus punya planning yang betul dengan Bakornas, dengan pak Alwi Shihab," katanya.Ditanya tanggap darurat sampai kapan, Kalla menyatakan, "Ya, tanggap darurat kan betul-betul darurat. Kan sudah hampir selesai. Yang sekarang ini menempatkan kembali (pengungsi) di tempat-tempat yang sekarang sudah dikerjakan."Alwi Shihab kemudian menambahkan kedaruratan relatif sudah selesai. "Karena tidak ada yang kelaparan, tidak ada yang belum mendapat tempat berteduh, dan tidak ada yang belum mendapatkan perawatan medis," katanya.Indonesia, menurut Alwi, juga sudah tidak membutuhkan bantuan helikopter dari negara lain untuk mengangkut bantuan untuk Aceh. "Karena kita sudah menggunakan kapal-kapal Bugis yang muatannya delapan ton. Heli kan muatannya cuma 1,5 ton."Saat ini sudah dioperasikan 20 perahu Bugis untuk mengangkut bahan bantuan untuk pengungsi korban tsunami. "Mungkin kita bisa tambah kalau perlu. Boleh dikatakan soal logistik sudah tidak sulit lagi. Jadi saya ulangi relatif sudah selesai," ujar Alwi.Alwi juga menjelaskan kita sudah tidak lagi membutuhkan relawan militer. Karena itu Rusia akan segera menarik relawan militernya menyusul penarikan relawan militer Amerika Serikat. Yang masih dibutuhkan adalah relawan sipil seperti konsultan dan insinyur. (gtp/)


Berita Terkait