BNPT: Ada Situs Radikal yang Mengkafirkan Jokowi

BNPT: Ada Situs Radikal yang Mengkafirkan Jokowi

- detikNews
Selasa, 31 Mar 2015 20:52 WIB
BNPT: Ada Situs Radikal yang Mengkafirkan Jokowi
7 pimpinan situs yang diblokir datang ke Keminfo (Foto:Dytha/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut situs-situs yang diblokir menyebarkan paham radikalisme seperti pro ISIS dan mengkafirkan orang lain termasuk Jokowi. BNPT juga akan mengkaji ulang permintaan 7 pemred yang meminta agar situs yang mereka kelola dibuka kembali.

"Ini bukan akhir segalanya, kalau ada win-win solution, kenapa tidak? Yang kita hadapi adalah person atau kelompok yang menganggap pemerintah adalah musuh. Kalau kita satu niat, untuk menjalin keutuhan NKRI, saya kira tupoksi BNPT hanya untuk menjaga dari kelompok radikal," jelas Direktur Deradikalisasi sekaligus Juru Bicara BNPT Irfan Idris.

Hal itu dikatakan Irfan kala bertemu dengan 7 pemred yang situsnya diblokir, Kementerian Agama dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Kantor Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun kriteria situs yang menyebarkan radikalisme menurut BNPT adalah:
1. Ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama.
2. Takfiri (Mengkafirkan orang lain).
3. Mendukung, menyebarkan dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS
4. Memaknai jihad secara terbatas.

Irfan menambahkan, memang ada situs yang tidak mendukung ISIS, namun situs itu mengkafirkan orang lain.

"Saya pernah lihat, mengharamkan demokrasi, dan mengkafirkan Jokowi. Mereka kontra dengan ISIS tapi di akhir, mereka mengekor mengkafirkan," tuturnya.

BNPT sudah mengantongi bukti fisik bagi situs yang ditengarai radikal. Namun, 7 situs yang perwakilannya datang ini akan dievaluasi kembali.

"Ada bukti fisik yang jadi pegangan tim internal. Yang tujuh datang, akan diteliti secara khusus untuk didiskusikan dan di mana letak permasalahannnya," jelas Irfan.


(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads