Komnas HAM Dituding Tidak Serius Tangani Kasus Talangsari

Komnas HAM Dituding Tidak Serius Tangani Kasus Talangsari

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2005 14:11 WIB
Jakarta - Sebanyak 40 orang korban dan keluarga korban Talangsari, keluarga korban Mei 1998 dan keluarga korban Tandjung Priok menilai Komnas HAM tidak serius dan main-main dalam mengungkap pelanggaran HAM di Talangsari, Lampung pada tahun 1989 lalu.Untuk itu, mereka didampingi Kontras mendatangi kantor Komnas HAM di Jl. Latuharhari, Jakarta, Selasa, (8/2/2005), untuk menuntut Komnas HAM serius menangani kasus Talangsari.Ke-40 orang yang menggunakan kaos hitam bergambar Munir tersebut datang dengan didampingi Koordinator Kontras Usman Hamid sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka diterima anggota Sub Komisi Hak Sipil dan Politik Komnas HAM Hasto Atmojo dan Yuwaldi. Namun dalam dialog dengan Komnas HAM sempat terjadi adu mulut antara anggota Komnas HAM dan sejumlah aktivis Kontras yang meminta Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara untuk ikut hadir di ruang tersebut, karena mereka akan meminta keterangan mengenai berlarut-larutnya kasus Talangsari yang sudah 16 tahun tidak pernah selesai.Dalam kesempatan tersebut, Usman sempat menyatakan, Komnas HAM telah main-main mengingat sejak kepemimpinan Joko Soegianto hingga saat ini, tim penyelidik kasus Talangsari tidak pernah berjalan. "Kami meminta agar DPR juga mengawasi kinerja HAM pemerintah dan Komnas HAM," kata Usman.Salah satu korban kasus Talangsari, Suparmo mengatakan, sebagai korban dia sangat berharap hati nurani Komnas HAM untuk menindaklanjuti kasus ini. Pasalnya, hingga kini masih banyak korban hilang yang tidak pernah diungkapkan. Sementara korban lainnya yang bekerja sebagai guru, Amir M mengatakan, banyak pegawai negeri sipil yang tidak ada hubungannya dengan kasus Talangsari dikait-kaitkan dengan masalah tersebut, sehingga banyak yang terhambat karirnya. Bahkan, ada yang gajinya dipotong. Para korban ini meminta Komnas HAM dalam waktu tiga meinggu untuk menyelesaikan kasus Talangsari.Dalam kesempatan itu, anggota Sub Komisi Hak Sipil dan Politik Komnas HAM Hasto Atmojo meminta maaf atas kelalaian Komnas HAM dalam menuntaskan kasus Talangsari. Hasto sendiri termasuk salah satu anggota tim penyelidik ad hoc kasus Talangsari yang dibentuk Januari 2004 dengan ketua Hasballah M. Saad.Namun semua korban yang datang dan aktivis Kontras tidak puas dengan pernyataan Hasto, sehingga terjadi debat yang sengit untuk meminta dihadirkannya Ketua Komnas HAM. Bahkan saat hadir, Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara sempat mendapat cercaan karena dianggap tidak mengetahui kasus itu.Garuda Nusantara mengakui, dirinya hingga kini belum menerima secara lengkap hasil laporan menyelidikan yang dilakukan tim ad hoc kasus Talangsari, karena tim tersebut hingga kini masih mengkaji temuan-temuan kasus Talangsari yang telah dilakukan Komnas HAM sebelumnya. Akhirnya dalam dialog tersebut disepakati Komnas HAM bersedia menerima kesaksian sejumlah korban Talangsari. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads