ADVERTISEMENT

19 Website yang Dikabarkan Diminta Diblokir BNPT Tak Bisa Diakses

- detikNews
Senin, 30 Mar 2015 19:41 WIB
Tampilan situs voa-islam.com saat coba diakses
Jakarta - Beredar daftar 19 situs yang diblokir karena permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam daftar yang beredar disebutkan permintaan BNPT itu dilakukan karena website itu dituding terkait penyebaran radikalisme. Daftar itu menyebar di media sosial.

Detikcom mencoba menelusuri situs-situs itu. Hasil pengecekan pada Senin (30/3/2015), situs-situs itu memang tak bisa diakses alias error.

Daftar situs itu:

1. Arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghura4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com

Belum ada keterangan dari para pemilik situs itu. Belum ada juga penjelasan dari BNPT soal parameter terkait radikalisme. Dalam daftar yang beredar, 19 situs itu diblokir berdasarkan permintaan BNPT dengan surat nomor 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal.

Namun memang situs-situs tersebut masih bisa dibuka menggunakan jaringan telepon seluler. Lewat operator-operator seluler dalam negeri, situs-situs tersebut bisa dibuka dengan lancar.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara ketika dikonfirmasi soal itu mengaku belum mengetahui persis. Namun dia membenarkan bahwa ada permintaan dari BNPT untuk menutup sejumlah situs yang terkait radikalisme.

"Saya jumlahnya berapa lupa, tapi memang ada permintaan dari BNPT, diproses oleh temen-temen Aptika (Dirjen Aplikasi Informatika) Trans Positif, cuma hasilnya seperti apa belum tahu," kata Rudiantara ketika diperlihatkan surat tersebut di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta.

Rudiantara mengatakan dirinya menerima surat permintaan dari BNPT pada Jumat (27/3). Kemudian dia langsung mengeluarkan disposisi untuk ditindaklanjuti.
(ndr/mad)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT