Ajaib! Sempat Terseret dan Terkubur, Pasutri dan Bayinya ini Lolos dari Maut

Longsor Sukabumi

Ajaib! Sempat Terseret dan Terkubur, Pasutri dan Bayinya ini Lolos dari Maut

- detikNews
Senin, 30 Mar 2015 16:38 WIB
Ajaib! Sempat Terseret dan Terkubur, Pasutri dan Bayinya ini Lolos dari Maut
Deden dan keluarganya (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Selalu ada keajaiban di tengah bencana. Satu keluarga korban longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, lolos dari maut meski sempat terseret sejauh 6 meter dan tertimbun tanah material longsor.

Deden Rahmat Saleh (32) dan Suryati (27) serta bayi yang baru berusia 7,5 bulan, jelas ikut terkena dampak longsor, Sabtu (28/3) malam. Wajar saja, sebab rumah mereka berada di barisan pertama dan berjarak 15 meter dari tebing yang longsor.

Deden dan keluarganya tidak mengalami luka serius. Bagaimana ceritanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malam itu, saya dan istri tidur di tengah rumah. Si orok saya simpan di tengah. Hawa panas malam itu membuat kami menarik kasur dari kamar dan menyimpan di tengah rumah. Situasi hujan deras tak berhenti sejak sore," ujar Deden kepada detikcom di lokasi pengungsian, Senin (30/3/2015).

Deden dikagetkan dengan suara gemuruh. Ia sempat mengira suara itu berasal dari kendaraan roda empat yang melintas. Namun menurut Deden suara itu makin kencang diiringi rumahnya yang bergetar. Sama seperti kesaksian korban longsor lain yang berhasil selamat, bunyi gemuruh itu diiringi derak pohon tumbang dan patah.

"Lampu padam, dan tiba-tiba brak!! Sesuatu menghantam dinding rumah, dan langsung menimbun kami. Saya refleks ngambil tubuh si kecil dan memeluknya erat. Saat itu saya sadar kalau rumah saya terkena longsor. Material tanah entah berapa banyak terus menyeret tubuh saya ke bawah. Saat terseret itu saya terus membaca shalawat dan takbir seraya memegangi tubuh orok memeluknya erat ke dada saya," lanjut Deden.

Baru selesai berdoa, pergerakan tanah yang menyeretnya terhenti. Antara sadar dan tidak sadar Deden mengaku pasrah saat itu, ia tak bisa membuka mata karena ia merasakan tanah menghimpitnya dari berbagai sisi. Deden baru sadar ketika bayi yang dipeluknya menangis.

"Saya langsung kaget, sekuat tenaga saya bangkit seraya mata masih terpejam, tangan kiri pegang bayi yang masih nangis sementara tangan kanan menggali tanah saya sendiri lupa saat itu bernapas atau tidak. Yang saya tau tubuh saya penuh dengan tanah, mungkin saya terkubur sekitar setengah meter langsung bangun dan berteriak memanggil nama istri," ujarnya lagi.

Posisi Suryati berada sekitar satu meter dari suami dan bayinya. Ia mengaku mendengar suara tangisan bayi dan teriakan sang suami memanggil namanya. "Saya cuma terkubur sedalam lutut, sempoyongan karena kepala sempat terbentur benda keras. Saya langsung berlari ke arah suami, dia langsung genggam tangan saya kami pergi sejauh mungkin," kata Suryati.

Mereka bertiga menyelamatkan diri ke pemakaman tak jauh dari lokasi longsor. Meski kehilangan rumah dan isinya mereka berhasil selamat.

"Alhamdulillah cuma lecet sedikit di bagian punggung, cuma bayi saya sempat buang kotoran seperti tanah beberapa hari ini," tutup dia.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads