AS: Iran Tidak Masuk dalam Agenda Militer

AS: Iran Tidak Masuk dalam Agenda Militer

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2005 10:45 WIB
Jakarta - Petinggi-petinggi AS berusaha menampik spekulasi bahwa Washington akan mengambil tindakan militer terhadap Iran, jika upaya-upaya diplomatik gagal untuk menyelesaikan konflik nuklir negeri itu.Ditegaskan Wakil Presiden (Wapres) Dick Cheney bahwa AS berkomitmen untuk menanti hasil dari upaya-upaya diplomatik yang tengah dilakukan Inggris, Prancis dan Jerman dengan Iran. Dan jika upaya Uni Eropa itu gagal, maka AS akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi.Hal senada disampaikan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld. Dikatakannya, Iran tidak masuk dalam agendanya. Ditekankan Rumsfeld bahwa Presiden Bush telah memutuskan untuk menempuh jalur diplomatik. Itu artinya, ujar Rumsfeld, Pentagon tidak punya peran dalam upaya membujuk Iran menghentikan program nuklirnya.Krisis nuklir Iran tampaknya masih akan berlarut-larut. Kepala negosiator nuklir Iran, Hassan Rohani menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menghentikan program nuklirnya, termasuk program pengayaan uranium. Ditandaskannya, Iran berhak untuk mengembangkan tenaga nuklir demi kepentingan sipil.Diingatkan Rohani, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/2/2005), bahwa Iran akan langsung membalas jika AS menyerang fasilitas nuklirnya. "Saya pikir Amerika tidak akan mengambil risiko itu. Karena Amerika sangat tahu bahwa kami akan membalas dengan gencar setiap serangan seperti itu," tegas pejabat Iran itu.Pemerintah Washington menuding bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir lewat aktivitas-aktivitas nuklir yang dijalankannya. Namun Teheran membantah tuduhan itu. Ditegaskan bahwa program nuklir Iran semata-mata untuk menghasilkan energi listrik yang sangat dibutuhkan rakyat. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads