Sindrom Libur Panjang Hantui Perkantoran Jakarta
Selasa, 08 Feb 2005 10:28 WIB
Jakarta - Suasana perkantoran di Jakarta, Selasa (8/2/2005), sedikit loyo. Hawa libur panjang sedikit banyak mempengaruhi psikologis para pegawai.Jalanan utama di Ibukota juga tampak lebih lengang dibanding biasanya. Bus-bus kota yang biasanya padat, juga agak longgar. Besar kemungkinan banyak pegawai yang memilih mengambil cuti tahunan menyusul musim libur Imlek dan Tahun Baru Islam yang jatuh Rabu besok dan Kamis lusa.Situasi perkantoran di Segitiga Emas yang biasanya 'panas', juga agak malas-malasan. "Suasananya lebih sepi dibanding biasanya. Entah pada belum datang atau banyak yang libur, tapi lobi gedung tampak agak sepi dibanding biasanya," kata seorang karyawati yang berkantor di Plasa Bapindo, Jl Sudirman.Suasana transaksi perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga agak garing. "Perdagangan ikut sepi, banyak yang lebih suka mikirin libur," kata seorang pialang.Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) juga banyak yang merencanakan untuk pulang lebih awal. "Di kantor saya banyak yang nulis absen doang, habis itu cabut," kata seorang PNS di bilangan Jl Sudirman. "Banyak pula meja yang kosong hingga jam segini," sambung karyawati itu sekitar pukul 10.10 WIB.
(nrl/)











































