Sempat beredar kabar bahwa dalam kongres kali ini akan ada bahasan mengenai posisi Waketum. Mungkinkah posisi itu juga ditempati trah Sukarno, termasuk Puan Maharani?
"Semua kader akan dihitung berdasarkan kompetensi untuk dapat posisi," ucap Hasto di Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puan juga sering mengelak ketika ditanya antara memilih partai atau fokus di kabinet. Mungkinkah Puan tetap diberi jabatan meski Presiden Jokowi melarang menterinya aktif di partai politik?
"Kader partai sebagai menteri tentu tunduk pada norma yang ditetapkan Presiden. Ketika juga di partai, ada norma-norma untuk ikuti kebijakan Ketum. Ini bukan hal beda. Di istana kita ikuti istana. Itu kan kebijakan Jokowi, bukan kebijakan PDIP," jawab Hasto.
Lebih lanjut Hasto menjelaskan bahwa dalam struktur PDIP dikenal posisi struktural, legislatif, dan eksekutif. Puan disebut dia sebagai petugas partai dari unsur eksekutif dan itu membawa program dari partai.
"Tak ada benturan posisi di struktural partai atau organ pelaksana tugas partai," pungkas Hasto.
Di tengah spekulasi soal masa depannya, Puan tak pernah menjawab pasti soal kepastian bertahan di kabinet. Beberapa kali ditanya soal masa depannya di pemerintahan, Puan selalu memberi jawaban untuk menunggu hasil kongres PDIP.
"Nanti kita lihat hasil kongresnya," kata Puan saat ditanya wartawan soal kemungkinan dirinya mundur dari kursi menteri, Minggu (8/3) lalu.
(bpn/trq)











































