Rudi (21), warga Kampung Cimerak RT 25 RW 7 Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, langsung lemas ketika mengetahui tebing cadas setinggi 8 meter lebih menimpa belasan rumah tetangganya sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (28/3/2015).
Ia mengaku sangat beruntung rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian tidak terkena dampaknya. Meski demikian, ia merasa cemas dengan nasib keluarga pamannya yang tinggal tak jauh dari longsoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Rudi sadar telah terjadi longsoran hebat. Ia terbayang nasib keluarga pamannya, Opang. Opang tinggal bersama istri dan anaknya yang berusia 12 tahun bernama Aldi.
"Terdengar kentongan bertalu-talu, lalu ada petugas dari desa Tegal Panjang yang meminta kami menjauh dari lokasi. Saya sempat memaksa untuk mendatangi lokasi namun dilarang karena berbahaya dan khawatir ada longsor susulan," lanjut Rudi.
Baru pagi tadi Aldi berani mendatangi lokasi. Ia melihat rumah pamannya rata dengan tanah. Tubuh paman dan keluarganya belum ditemukan petugas evakuasi gabungan. "Saya ingin bantu, tapi gak boleh dan disuruh buat menjauh dari sekitar lokasi longsor," imbuhnya.
Menurut informasi, ada 300 jiwa di Desa Tegal Panjang yang diungsikan akibat longsor. Saat ini di lokasi telah dipasangi garis polisi karena membludaknya warga yang ingin melihat lokasi longsoran tanah. "Asa 300 jiwa yang kita evakuasi bersama tim SAR gabungan, mereka kita ungsikan ke kerabat dan balai desa terdekat. Upaya pencarian masih terus dilakukan," ungkap Usman Susilo, kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan BNPB, sejauh ini ada 6 korban tewas dan telah dievakuasi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo dalam keterangan tertulisnya menyebut korban tewas adalah Maya(13), Aisyah (50), Opan Shofardi (50), Dede (40), Elsa (15) dan Egi (6). Empat korban yang dilaporkan tertimbun, saat ini masih dicari.
(try/try)











































