Para mahasiswa ini terdiri dari berbagai elemen, di antaranya PMII, SMI, FAM-J, Sekber, Cakrawala, Social Movement Institute. Aksi diawali dari arah selatan kemudian berjalan menuju pertigaan yang mereka namakan pertigaan 'Revolusi.' Mereka langsung membuat lingkaran besar sehingga memacetkan lalulintas. Petugas kepolisan sempat menutup arus lalulintas dari arah barat dan mengalihkan ke jalur lain.
Ban bekas yang telah dipersiapkan, kemudian dibakar di tengah jalan. Orasi terus berlanjut, membuat suasana makain ramai. Seorang personel polisi yang mendatangi aksi ditengah lingkaran disambut seruan 'Hati-hati provokator.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi ini, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, yaitu tolak kenaikan harga BBM, tolak kenaikan tarif dasar tiket kereta api, tolak kenaikan LPG dan tarif dasar listrik, tolak perampasan tanah rakyat, tolak MP3EI dan MEA.
Tidak adanya sosialisasi kenaikan harga BBM, membuat banyak masyarakat kaget. Kenaikan harga BBM dinilainya berdampak luas pada harga komoditi-komoditi lainya seperti harga sembako.
Usai puas berorasi, masa mahasiswa kemudian membubarkan diri. Saat sudah bubar itulah, puluhan personel polisi datang menggunakan sejumlah kendaraan dari arah timur. Akhirnya, mereka hanya berhenti sebentar dan kemudian meninggalkan lokasi.
(jor/jor)











































