Jenazah Isak Sulo yang disebut jenazah nomor label 001 karena yang pertama ditemukan, merupakan warga Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sementara Sutimin yang disebut jenazah nomor label 002, merupakan warga Boyolali, Jawa Tengah. Jenazah Sutimin telah dibawa pulang ke Boyolali oleh keluarganya, sedangkan jenazah Isak Sulo masih di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan.
Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Setyo Purwanto mengatakan, jenazah nomor label 001 teridentifikasi atas nama Isak Sulo melalui sidik jari tengah kanan korban. Sedangkan jenazah nomor label 002 teridentifikasi atas nama Sutimin melalui gigi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk jenazah label 002, selain teridentifikasi dari gigi, juga ditemukan bekas luka pada dahi kanan serta kelainan kuku jempol kanan. Data tersebut dicocokkan dengan data anaknya yang sudah datang ke Medan.
"Anaknya bernama Indah Kumala Sari, dia membawa foto bapaknya dan data gigi bapaknya. Ternyata bapaknya pernah pasang gigi palsu pada tiga bulan yang lalu, data itu didapatnya dari dokter di Boyolali," kata Setyo.
Dijelaskan Setyo, jenazah label 002 dengan panjang 165 centimeter, kemudian pemeriksaan tulang kepala di ketahui umurnya berkisar antara 50 hingga 60 tahun. Setelah dicocokkan lagi dengan data anaknya ternyata cocok.
Data tersebut merupakan fase keempat prosedur Disaster Victim Identification (DVI) yang diperoleh dari hasil rapat rekonsialisasi yang dipimpin Setyo Purwanto yang dihadiri AKBP dr Zulkhairi sebagai koordinator tim ante mortem dan Prof Mistar sebagai tim post mortem.
(rul/rul)










































