Kapolsek Dewantara, Iptu Erpansyah menyatakan, para korban rata-rata mengeluh sesak nafas dan muntah-muntah. Namun kini kondisi mereka sudah membaik.
"Korban sudah pulang semua, kalaupun perlu berobat mereka berobat jalan," Erpansyah kepada wartawan, Sabtu (28/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun tidak berakibat fatal untuk kesehatan karena masih dalam ambang batas," katanya.
Terkait sumber bau amonia itu, Suryadi menyatakan yang terjadi bukanlah kebocoran amonia. Melainkan sistem pengaman otomatis di pabrik yang langsung melepaskan gas begitu ada situasi tertentu.
"Tidak ada bocor amonia, tapi karena ada safety valve yang bekerja untuk pengamanan pabrik sesaat," ungkapnya.
Seperti diketahui, 371 warga Tambon Baroh dan 29 orang warga Tambon Tunong mengeluh sesak nafas dan muntah-muntah setelah menghirup bau amonia pada Jumat (27/3). Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB.
(rul/rul)











































