Dia mengaku akan segera melakukan penanganan. Pejabat yang tak bisa melakukan perbaikan akan segera dicopot.
"Saya sebagai pimpinan hanya bisa memberikan warning atas kinerja mereka seperti penyelesaiannya bagaimana, tanggung jawab dia apa, itu harus dikerjakan. Kalau dua kali tidak didengar wajar, tapi ketiga kalinya masih seperti itu ya diganti," jelas Rahmat di Pondokgede, Bekasi, Sabtu (28/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti nanti saluran yang tadi saya minta bersihkan kalau Minggu depan saya datang lagi tidak ada perubahan siap-siap saya ganti," janji dia.
Bekasi memiliki warga yang kritis. Mereka kerap bersuara di media sosial dan di media massa. Keluhan datang terkait tak ada sama sekali penanganan dari pemerintah kota akan kota yang tak nyaman.
"Ya pelan-pelan. Artinya melakukan dengan humanis karena setiap manusia memiliki pemikiran yang beragam, istilah punya hasrat jadi ketika dikatakan begini begitu sudah dikerjakan tetapi secara pelan-pelan. Kendati kalau kebijakan sudah berbeda maka menjadi tangung jawab pemerintah pusat, jika tidak terselesaikan pada akhirnya berimplikasi ke daerahnya. Sedangkan kalau banjir sejauh ini kita terjebak karena tidak bisa membangun sodetan sehingga air tidak bisa keluar kemana-mana," urai dia.
(edo/ndr)











































