Dikritik Tajam oleh Masyarakat, Polantas Harus Lebih Humanis

Dikritik Tajam oleh Masyarakat, Polantas Harus Lebih Humanis

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2015 10:36 WIB
Dikritik Tajam oleh Masyarakat, Polantas Harus Lebih Humanis
facebook
Jakarta - Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya kembali mendapat kritikan tajam dari masyarakat. Setelah insiden polisi yang memarahi sopir bus TransJakarta, kini polisi yang dituding rasis muncul.

"Ke depan polisi kita ditonjolkan sebagai polisi penolong yang humanis. Hilangkan kesan-kesan seram dan angker khususnya di jalan raya," ujar anggota Kompolnas Edi Hasibuan saat berbincang, Sabtu (28/3/2015).

Edi mengatakan etika dalam komunikasi juga harus diperbaiki. Bila perlu, penekanannya pada penyuluhan dan pembinaan di jalan raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hilangkan penyimpangan di jalan raya. Karena penyimpangan ini lah yg membuat citra buruk lalu lintas kita. Untuk menghindari itu pimpinan Polri harus berpikir menambah kesejahteraan Polri agar dia nyaman bertugas," tuturnya.

Kompolnas juga akan memberi masukan soal peningkatan kesejahteraan anggota Polri kepada Presiden Jokowi. Misalnya diberi insentif uang makan dan juga BBM yang cukup.

"Selama ini yang ada patroli hanya diberi 2 liter BBM. Begitu BBM habis, anggota lalu cari tambahan dengan melakukan penyimpangan. Ini harus kita perbaiki," tutupnya.

Sementara itu anggota Kompolnas lainnya Hamidah Abddurahman mengatakan apabila benar polisi lantas mengucapkan makian berbau rasis, maka dia harus berhadapan dengan proses hukum.

"Untuk itu Kompolnas mendukung agar Polantas tersebut diperiksa. Yang merasa dirinya korban juga diperiksa. Agar dapat diketahui kebenarannya," tuturnya.

Kompolnas berharap agar kasus ini jangan sampai terjadi lagi. Di mata masyarakat tetap melekat polisi adalah pelayan pelindung dan pengayom masyarakat.

"Namun polisi kadang lebih merasa sebagai penegak hukum daripada pelayan dan pelindung masyarakat. Dengan kewenangan penegakan hukum tersebut polisi memgabaikan aspek humanis terhadap masyarakat sehingga yang ditonjolkan adalah penegak hukum," tutupnya.

(mpr/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads