"KUA-PPAS sudah dikirim kesana. Nanti kesepakatannya tanggal 9 April. Tapi sebelumnya kita ada input-budgeting tanggal 6-8 April. Mudah-mudahan 10 April sudah jadi APBD," ujar Saefullah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2015).
Saefullah berharap APBD 2015 yang menggunakan pagu dari APBD tahun lalu itu setiap anggarannya disusun secara realistis sesuai dengan pendapatan yang dimiliki Pemprov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti kita tidak ingin ada tambahan-tambahan di tengah jalan atau ekspektasi yang terlalu tinggi," lanjutnya.
"Tata kelola pajaknya sudah lebih baik, online-nya. (Agar kalau) Ada kenaikan PBB atau diprediksi kenaikan ekonomi karena ada transaksi BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) tidak mengawang-ngawang seperti 2014. Di mana ada defisit luar biasa Rp 12 triliun, duitnya nggak ada," jelas Saefullah.
Belajar dari pengalaman itu, mantan Wali Kota Jakarta Pusat tersebut meminta seluruh jajaran SKPD menyusun anggaran yang benar dan rinci. Adapun alokasi belanja daerah dalam pagu APBD 2014 dari total nilai Rp 72,9 triliun, jumlahnya mencapai Rp 63,65 triliun.
"Sisanya untuk apa? Sabar. Nanti tanggal 6, 7, 8 April baru kelihatan posturnya gemuk, langsing atau semampai. Pokoknya kita realistis saja," pungkasnya.
(aws/gah)











































