Wiranto Gagal Pertemukan 'Dua Raja' Kraton Surakarta
Selasa, 08 Feb 2005 00:30 WIB
Solo - Tim mediasi yang dipimpin Jendral (Purn) Wiranto gagal mempertemukan 'dua raja' Kraton Surakarta. Hanya Paku Buwono (PB) XIII beserta pengikutnya yang hadir. Sedangkan PB XIII Hangabehi tidak hadir dengan alasan menghadiri pesta pernikahan.Pertemuan di Rumah Makan Diamond, Solo, Senin (7/2/2005) itu digelar sejak pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selain Wiranto para tokoh yang hadir diantaranya Letjen (Purn) Bibit Waluyo, Mayjen (Purn) Moerdiono, Haryono Suyono, Walikota Solo, Kapolresta Solo, Bakorlin II Jateng yang mewakili Gubernur, serta beberapa anggota Komisi E DPRD Jateng.Tedjowulan tiba di tempat acara pukul 20.00 WIB bersama dua saudaranya lain ibu GPH Puspo Hadikusumo dan GPH Suryo Wicaksono. Sedangkan Hangabehi hingga acara berakhir tidak hadir. Meskipun berharap langkah mediasi para tokoh yang telah menjadi kerabat kraton tersebut mendapatkan hasil, namun Tedjowulan mengaku tidak sepenuhnya yakin."Harapan untuk berhasil ya cuma fifty-fifty. Buktinya ini Mas Behi (Hangabehi -red) diundang saja tidak mau datang kok. Kita mau terlalu yakin bagaimana. Memang masih ada pertemuan selanjutnya karena tim ini akan berada di Solo selama tiga hari. Semoga pertemuan berikutnya nanti ada hasil yang lebih konkret," papar Tedjowulan kepada wartawan usai pertemuan.Sedangkan Wiranto mengatakan bahwa kedua pihak diundang, namun Hangabehi kepadanya mengaku malam ini menghadiri pesta pernikahan. "Saya 'kan ya tidak bisa memaksa dia hadir. Tujuan kami baik, tapi apa agar dia menghadiri acara ini kami harus melarang dia tidak menghadiri pesta pernikahan itu," kata Wiranto.Sedangkan adik ipar sekandung Hangabehi, KP Satriyo Hadinegoro, saat dihubungi mengatakan bahwa pihak Hangabehi tidak akan menghadiri pertemuan mediasi tersebut. Pihaknya hanya mengakui mediasi yang dilakukan Muspida Kota Solo yang telah berlangsung satu kali di Mapolresta Solo beberapa saat lalu.Menyikapi hal tersebut Wiranto mengatakan bahwa Gubernur Jateng telah memberikan dukungan positif kepada timnya. Demikian pula Muspida Kota Solo yang telah mengaku memiliki banyak keterbatasan karena berada di luar batas internal kraton. "Lalu kami, para tokoh yang telah diangkat sebagai kerabat dalam kraton, mengambil langkah ini," papar Wiranto.Lebih lanjut Wiranto masih yakin bahwa tim mediasi akan mampu mempertemukan dua kubu yang berseteru. Dia dan timnya akan terus mengkomunikasikan semua perkembangan baik kepada Tedjowulan maupun Hangabehi tanpa melalui perantara. Dengan demikian Kraton Surakarta sebagai aset budaya nasional terhindar dari problem internal yang berkepanjangan.
(mar/)











































