Demam Berdarah Ancam Jatim
Senin, 07 Feb 2005 23:11 WIB
Surabaya - Penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aides agepty menyerang 10 kecamatan di kabupaten Lumajang dan 16 kecamatan di kabupaten Blitar. Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Lumajang, mengalami peningkatan.Hingga bulan Januari jumlah penderita di kabupaten Lumajang mencapai 78 orang, di kecamatan Kunir 16 orang, Kecamatan Yoso 10 orang, Kecamatan Nogotrunan 10 orang, Kota 10 orang, Kec Sumber Suko 4 orang, kec Sukodono 4 orang, Kec Padang 4 orang, Kec Muji Alit 11 orang, Kec Patas 2 orang, kec Gedung Jajang 3 orang. Namun hingga kini belum ada pasien yang meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr Kuswandono, saat dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Senin (7/2/2005) mengatakan, hingga kini jumlah penderita demam berdarah yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 13 penderita. Mereka terdiri dari 6 balita dan 7 orang dewasa. Dari data terlihat, pada puncak demam berdarah bulan Maret 2004, mencapai 89 penderita.Dikatakannya, sesuai dengan intruksi Bupati Lumajang, Dinas kesehatan telah melakukan gerakan kebersihan secara serentak di seluruh wilayah kecamatan dengan menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M, yakni menguras bak mandi, mengubur kaleng bekas, dan menuntup tempat penampungan air. Disamping itu di setiap desa telah dilakukan abatesasi dan fogging. Kegiatan dimaksud untuk memperkecil potensi penyakit demam berdarah. Sosialisasi juga dilakukan baik itu lewat radio, dan pemasangan spanduk-spanduk.Sementara itu, di Kabupaten Blitar enam belas kecamatan dinyatakan rawan demam berdarah, keenam kecamatan itu adalah Srengat, Nglegok, Udanawu, Kanigoro, Wonodadi, dan Kademangan, daerah rawan DB tersebut diprioritaskan dalam kegiatan pembasmi sarang nyamuk (PSN). Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr Eko Baskoro, saat dihubungi di kantornya. Eko menjelaskan mulai bulan Januari-Februari 2005 ada 31 penderita DB yang tersebar di berbagai kecamatan. Dari jumlah penderita yang ada bila dibanding dengan Oktober 2004, di kabupaten Blitar terjadi 150 kasus, 5 orang diantaranya meninggal dunia.Menurut Eko, kegiatan PSN yang dilakukan selain membasmi sarang nyamuk juga mengurangi kasus DB, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak terlambat membawa penderita ke rumah sakit. Sedangkan untuk wilayah Kota Surabaya, menurut Kasubdin Pencegahan dan Pembrantasan Penyakit Dinkes Kota Surabaya dr Esti, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jumlah penderita DB hingga awal Februari 2005 mencapai 59 orang. Mereka tersebar di seluruh kecamatan. "Hampir semua Kecamatan merupakan daerah endemis, cuma 10 kelurahan yang dinyatakan bebas DBD," jelasnya.
(mar/)











































