Revolusi mental merupakan salah satu program kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sudah sejauh mana program tersebut berjalan?
"Sekarang ini kami sudah melakukan rapat-rapat rutin, intensif untuk melakukan pelaksanaan atau pematangan program revolusi mental yang tentu saja sosialisasi ini akan secepatnya kita lakukan setelah semuanya matang," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani usai mengisi SPT pajak kantornya, di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meminta masukan dari elemen bangsa yang berada di luar pemerintahan untuk bisa memberi masukan dan bekerja sama melakukan sosialisasi," ucap Puan.
Puan mentargetkan program ini secepatnya bisa dilakukan. Namun soal waktunya dia belum bisa memastikan.
"Tentu saja secepatnya nanti tentu saja akan laporkan dulu kepada Pak Presiden berkaitan dengan hal-hal persiapan yang sudah kami lakukan secara berkala. Tahun ini pasti," katanya.
Menurutnya anggaran untuk program ini sudah disetujui DPR dan diperiksa BPK. Semua penggunannya bersifat transparan. Alokasi anggaran akan digunakan untuk revolusi mental yang berkaitan dengan Trisakti.
"Revolusi mental itu kan bagaimana kita melakukan Trisakti yang ada bahwa kita mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik juga berkebudayaan secara kepribadian Indonesia. Itu yang kita fokuskan, bagaimana kemudian rakyat Indonesia itu memang tetap pegang Trisakti yang ada dalam hal ini ekonomi, politik dan budaya," jelas Puan.
(slm/mad)











































