Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi, mengatakan, kelompok penculik dua anggota intel Kodim menggunakan senjata campuran jenis AK47 dan M-16. Kelompok tersebut diduga pernah melakukan kejahatan kriminal di Kabupaten Langsa dan Aceh Timur.
"Kami menduga kelompok tersebut pernah melakukan kriminal di Aceh. Namun kami masih terus menyelidiki," kata Husein kepada wartawan, Kamis (26/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita duga masih ada kelompok sipil yang pakai senjata api. Tapi jumlahnya belum bisa kita pastikan," jelas Kapolda.
Untuk memburu kelompok penculik, polisi dibantu TNI mengerahkan ratusan personel sejak hari kejadian, Senin (23/3) lalu. Mereka terus menyisir wilayah Aceh Utara untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.
Seperti diketahui, dua anggota Kodim Aceh Utara Sertu Indra dan Serda Hendri ditemukan tewas dengan sejumlah luka tembakan. Sehari sebelumnya, kedua intel yang baru pulang dari rumah kepala mukim ini diculik oleh kelompok bersenjata.
(try/try)











































