Melbourne University Tak Akan Cabut Gelar Guru Besar Meski Denny Tersangka

- detikNews
Kamis, 26 Mar 2015 17:57 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Melbourne University percaya penuh dengan sosok Denny Indrayana, karena sudah memantau kiprah eks Wamenkum HAM itu sejak lama. Meski kini Denny dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri, Melbourne University tidak akan mencabut gelar guru besar yang diberikan untuk Profesor Tata Negara dari UGM itu.

"Kami sudah percaya penuh. Kami tidak akan mencabut gelar itu," kata Profesor Tim Lindsey dari Fakultas Hukum Melbourne University ketika dikonfirmasi lewat telepon, Kamis (26/3/2015).

Denny bukan sosok asing bagi para pengajar di Fakultas Hukum Melbourne University. Sekretaris Satgas Mafia Hukum era Presiden SBY itu mendapatkan gelar doktor di kampus tersebut.

"Kami semua sudah mengenal Denny. Sudah tahu betul siapa dia," ujar Lindsey yang merupakan penguji disertasi Denny ini.

Di mata Fakultas Hukum Melbourne University, Denny sudah terbukti melakukan reformasi hukum dan melakukan gebrakan-gebrakan di bidang antikorupsi. Oleh karena itu, meski Denny kini ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek payment gateway di Kemenkum HAM pada 2014, hal itu tidak akan mengubah pandangan Melbourne University terhadap Denny.

"Kami mengetahui dan mengamati apa yang dilakukan Denny, tak terkecuali sampai dia menjadi wakil menteri," kata Direktur Pusat Kajian Indonesia, Islam dan Masyarakat di FH Melbourne University itu.

"Dia sangat berkeinginan untuk menjadikan pemerintah Indonesia berjalan secara transparan, jujur dan bisa menyediakan pelayanan yang murah bagi rakyat. Kami tidak akan mencabut (gelar itu) dan kalau saya pribadi, saya tidak percaya dengan sangkaan polisi kepada Denny," sambung Lindsey.



(fjr/nrl)