Partai Demokrat (PD) yang sudah menyatakan tidak akan ikut menandatangani hak angket untuk Menkum HAM Yasonna Laoly diyakini loyalis Aburizal Bakrie akan mendukung pengguliran angket di rapat paripurna DPR.
"Demokrat memang, walau tidak ikut tanda tangan, tapi saya yakin dan percaya, 1.000 persen Partai Demokrat akan dukung kami di paripurna," kata Sekretaris Fraksi Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kubu Agung Laksono mengklaim telah berhasil mengerogoti dukungan angket untuk Menkum HAM di internal Fraksi Golkar. Jika awalnya kubu Ical menyebut ada 55 tanda tangan anggota Fraksi Golkar yang mendukung pengguliran angket Menkum Laoly, Ketua DPP Golkar kubu Agung, Leo Nababan, menyebut sudah ada yang mencabut dukungan terhadap angket itu.
"Saya berterima kasih atas kesadaran kawan-kawan anggota Fraksi Golkar kembali ke jalan yang benar, tidak ngotot lagi memperjuangkan hak angket. Siang ini jumlahnya sudah berubah, paling tinggal 20-an yang tersisa mendukung hak angket. Lainnya sudah mencabut," kata Leo kepada detikcom, Kamis (26/3) sekitar pukul 16.15 WIB.
Leo mengatakan anggota Fraksi Golkar yang mencabut dukungan terhadap angket telah pindah ke kubu Agung. Dia menyerukan agar anggota Fraksi Golkar lainnya mengikuti langkah rekannya yang sudah mengakui kepengurusan Golkar Agung Laksono.
"Jangan paksa kami untuk berpikir mengeluarkan Surat Peringatan 1, Surat Peringatan 2, yang berujung ke PAW. Karena kami akan menghindari perselisihan ini sampai ke pemecatan. Perintah Ketum Agung Laksono menghindari itu. Tapi bila terpaksa, maka mekanisme kepartaian akan tetap berjalan sesuai aturan perundang-undangan," pungkas Leo.
(imk/trq)











































