Kasus DBD Justru Kebanyakan Terjadi di Kompleks Perumahan

Kasus DBD Justru Kebanyakan Terjadi di Kompleks Perumahan

- detikNews
Senin, 07 Feb 2005 17:01 WIB
Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 2 kelurahan menjadi daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Kebanyakan kasus DBD justru terjadi di kompleks perumahan, bukan di lingkungan kumuh.Dua kelurahan yang dimaksud adalah Pekayon Jaya dan Margahayu. Di Kelurahan Pekayon Jaya ada 8 orang terjangkit DBD dan 2 penderita DBD meninggal dunia. Sedangkan di Kelurahan Margahayu ada 5 orang terjangkit DBD.Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Kelurahan Pekayon Jaya, Nanang membenarkan data tersebut. Persisnya sejak tanggal 17 Januari hingga 7 Februari 2005 per pukul 10.00 WIB, sudah ada 8 kasus penderita DBD dan 2 orang yang meninggal akibat DBD."Ya memang benar di kelurahan ini kasusnya paling tinggi. Bahkan sudah ada 2 orang yang meninggal karena DBD," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di Kantor Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi, Senin (7/2/2005).Mengenai penyebabnya, dia memperkirakan kemungkinan terbesar karena genangan air bersih di rumah-rumah. Hal ini dikarenakan kebanyakan kasus DBD justru terjadi di perumahan yang lingkungannya justru relatif elit, seperti Kompleks Pondok Pekayon Indah."Sebenarnya saya justru heran kenapa terjadinya di kompleks-kompleks. Tapi menurut perkiraan saya, itu karena jentik DBD bersarang di air yang jernih. Sehingga mungkin banyak penghuni kompleks yang kurang memperhatikan pergantian air di dalam pot misalnya. Mungkin juga warga di sana kurang melakukan 3M (menutup, mengubur dan menguras)," urai Nanang.Untuk menanggulangi hal tersebut, lanjut dia, pihak kelurahan sudah melakukan berbagai cara. Antara lain melakukan fogging (pengasapan), memberikan surat edaran kepada warga agar waspada terhadap penyebaran wabah DBD, serta menyebarkan pamflet mengenai informasi DBD. (sss/)


Berita Terkait