Malaysia Tawarkan Masterplan Pembangunan Kota Banda Aceh
Senin, 07 Feb 2005 16:47 WIB
Aceh Besar - Pemerintah Malaysia menawarkan rancangan master plan pembangunan kembali kota Banda Aceh setelah porak poranda akibat tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Ada dua alternatif yang diberikan. Pertama, mengikuti pembangunan yang sudah ada, kedua, pembangunan dialihkan ke tempat yang lebih tinggi. Pembahasan lebih lanjut tentang master plan ini, ditegaskan Wakil Perdana Menteri Malaysia Mohammad Najib bin Tun Abdul Razak, akan dibicarakan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 dan 15 Februari mendatang di Malaysia. "Tentu saja semuanya berpulang kepada pemerintah Indonesia," ujar Mohammad Najib yang juga Menteri Pertahanan Malaysia ini pada pers di Pusat Bantuan Bencana Malaysia di Jantho, Aceh Besar, Senin (7/2/2005). Mohammad Najib juga menegaskan, master plan yang mereka rancang berdasarkan pada budaya dan sejarah Aceh. Jika sudah disetujui, menurut dia, master plan tersebut dapat dikerjakan selama satu bulan dan akan dikerjakan dalam tempo 3 bulan. Selain itu, Malaysia juga akan membantu pembangunan rumah sementara bagi para pengungsi yang kini tersebar di puluhan titik di wilayah Aceh. Dia juga menambahkan, Malaysia sudah menetapkan Jantho, Aceh Besar sebagai tempat pusat bantuan Kerajaan Malaysia dan rakyat Malaysia bagi Aceh. Sementara untuk wilayah pantai barat, kawasan Lhoong yang dijadikan sebagai pusat pemberian bantuan. Menyinggung keberadaan tentara Malaysia yang berada di Aceh, Mohammad Najib menegaskan bahwa tentara Malaysia akan berada di Aceh sepanjang masih dibutuhkan. Saat ini diakuinya ada 550 tentara Malaysia termasuk tenaga medis yang tengah bertugas di Aceh.
(asy/)











































