Komandan Resort Militer (Korem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin menyatakan, belum dapat dipastikan berapa peluru yang bersarang di tubuh kedua korban karena proses masih berlangsung. Hanya saja ada perkiraan awal.
"Masing-masing ditembak antara lima hingga enam peluru," kata Achmad Daniel di Rumah Sakit (RS) Kesrem di Lhokseumawe, Selasa (24/3/2015).
Di tubuh Hendrianto ditemukan luka tembakan di kaki dan dada. Sementara di tubuh Indra Irawan luka tembakan terdapat di pipi dan peluru tembus hingga kepala. Ada juga tembakan di tangan kanan dan dada.
Sebelum ditembak, kata Achmad Daniel, kedua korban juga mengalami penyiksaan. Bekas-bekas penyiksaan berupa lebam ditemukan di sekujur tubuh kedua korban.
Hasil penyelidikan di lokasi penemuan jenazah di Desa Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, ditemukan 15 selongsong peluru. Sebanyak 12 selongsong dari senjata jenis AK-47, dan 3 selongsong dari senjata jenis M-16.
(rul/try)











































