"Minggu keempat Maret 2015 sampai Mei 2016 pembutan fondasi bore pile jalur layang MRT di median Jl Fatmawati atau Perempatan TB Simatupang sampai perempatan Jalan Madrasah," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M Nasyir dalam jumpa pers di restoran Bumbu Desa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (23/3/2015).
Nasyir meminta pengendara menghindari ruas tersebut. Dia menyarankan para pengendara menghindari ruas Jalan Fatmawati dengan melintasi di Jl Metro Pondok Indah, Jl Pangeran Antasari dan Jl Prapanca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasyir mengatakan, pengerjaan konstruksi juga akan dilakukan di Jl Panglima Polim Raya hingga persimpangan Blok M. Sebagai antisipasi kemacetan lalu lintas, ada beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui. Jalur alternatif ini adalah melalui Jl Barito, Jl Radio Dalam, Jl Kramat Pela dan Jl Pangeran Antasari.
Nasyir menyatakan, proyek MRT yang akan menghubungkan Lebak Bulus-Budaran HI ini akan kelar pada Agustus 2018. Saat ini proyek pengerjaannya baru kelar 12 persen. "Salah satu kendalanya adalah lahan kerja yang sempit dan soal pembebasan lahan," katanya.
Untuk tahap awal ada 16 train set yang disiapkan untuk MRT. Jadi total nantinya akan ada 96 gerbong. Sehingga sekali jalan MRT akan bisa mengangkut 1.500 orang penumpang. "Tiap 5 menit akan ada satu kereta sehingga warga bisa prediksi dengan lebih pasti kapan datangnya MRT," katanya.
(nal/nrl)










































