Ansyaad Mbai Soal ISIS: Pendekatan Halus Tak Efektif, Harus Ditindak

Ansyaad Mbai Soal ISIS: Pendekatan Halus Tak Efektif, Harus Ditindak

Prins David Saut - detikNews
Senin, 23 Mar 2015 15:23 WIB
Ansyaad Mbai Soal ISIS: Pendekatan Halus Tak Efektif, Harus Ditindak
Jakarta - Kepala Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kemenko Polhukam Ansyaad Mbai menilai penanganan terorisme dan partisipan ISIS di Indonesia tidak cukup hanya dengan pendekatan secara halus atau soft approach. Ia menilai perlu juga tindakan represif.

"‎Betul, masih ada yang kurang, aksi nasional, stakeholder lebih komprehensif. Cara-cara kekerasan di lapangan, di antara tindakan fisik dan persuasif, bukan pilihan salah satu," kata Ansyaad.

Ansyaad menyampaikan hal ini usai acara Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS yang diselenggarakan Hendropriyono Strategic Consulting di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015). Ia pun menilai soft approach tak selalu memberikan hasil positif.

"Soft approach ini dilakukan bertahun-tahun kan gagal terus. Kita harus tangkap. Kita kan harus tatap muka, kan harus ditangkap oleh Densus 88," ujar Ansyaad.

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menambahkan, pendekatan secara halus hanya bagus di atas kertas tapi tak efektif di lapangan. Hal ini karena keresahan masyarakat terancam meningkat jika tak ditangani secara cepat.

"Pendekatan secara halus di atas kertas bagus sekali, tapi kalau soft saja itu tidak efektif. Hadist dan ayatnya sama tetapi pemahamannya berbeda. Harus ditindak kalau sudah meresahkan masyarakat," ucap Ansyaad.

Selain itu, Ansyaad juga membahas soal adanya video propaganda ISIS menayangkan sejumlah anak-anak Indonesia menjalani pelatihan militer. Menurutnya, anak-anak memang diincar oleh ISIS untuk direkrut karena lebih mudah untuk proses doktrinisasi.

"Video anak-anak di bawah umur itu bukan kebetulan. ISIS memang merekrut anak-anak karena masih kosong dan bisa dimasukkan paham ISIS. Apalagi yang senang game perang-perangan. Pendidikan kita harus diajarkan, jangan masuk paham-paham seperti ini," imbuh Ansyad.

‎Video tersebut diketahui menayangkan anak-anak diduga dari Indonesia dengan logat Melayu. Mereka tampak menenteng senapan serbu AK-47 dan berbaris seperti latihan militer. Video ini disebarkan melalui internet seperti situs berbagi video Youtube.

(vid/bar)


Berita Terkait