Soeparmin dan istrinya Imas Sumarni (63) tinggal di Kampung Cikendal, RT 04 RW 05 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Mereka pindah dari Garut ke Cimahi setelah menjual rumah. Dengan uang seadanya, mereka membeli rumah berukuran 5 tumbak di Cimahi dengan harapan lebih dekat dengan anak cucu yang kebanyakan tinggal di Cimahi.
"Pengennya diberesin rumahnya. Tapi ya namanya enggak punya uang mau bagaimana," ujar mantan Kapolsek Cisewu dan Cikelet Garut itu bercerita kepada detikcom, Senin (23/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kemampuan mereka saat ini, rumah yang ditinggali Soeparmin ini kondisinya terbilang belum laik. Dinding rumah mereka masih berupa barisan bata dan semen. Atap dengan rangka seadanya lalu ditutup asbes. Jendela mereka hanya ditutup triplek dan tak bisa dibuka tutup. Lantainya pun masih tanah.
"Kalau hujan ya bocor dimana-mana. Kalau angin kencang, pintu sampai menggebrak-gebrak. Takut roboh," kata Imas.
Saat hujan, mereka hanya bisa berkumpul di bagian tengah rumah sambil menunggu hujan berhenti.
Soeparmin mengaku lupa berapa lama menjadi polisi. Yang jelas, dia masuk pada tahun 1959 dan pensiun tahun 1987. Dia pernah ditempatkan di kesatuan Brimob di Kalimantan Barat selama 20 tahun, kemudian dipindahkan ke Garut pada tahun 1979. Di Garut, Soeparmin sempat menduduki jabatan Kapolsek Cikelet dan Cisewu Garut.
"Pangkat terakhir Aiptu," kata pria yang kerap tak nyambung jika diajak ngobrol karena pendengarannya yang kurang.
(tya/try)










































