Antisipasi ISIS, Din Syamsuddin: Pencegahan Lebih Penting

Antisipasi ISIS, Din Syamsuddin: Pencegahan Lebih Penting

Prins David Saut - detikNews
Senin, 23 Mar 2015 14:19 WIB
Antisipasi ISIS, Din Syamsuddin: Pencegahan Lebih Penting
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai pencegahan WNI ke Suriah terkait ISIS lebih penting daripada pencabutan status warga negaranya. Walau begitu, ia tak menolak wacana pencabutan status kewarganegaraan tersebut.

"Mereka berperang dan berjuang membela negara lain, sudah menjadi negara lain. Jika itu ada alasan hukumnya ya silakan saja. Saya bukan pakar hukum," kata Din usai acara Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS yang diselenggarakan oleh Hendropriyono Strategic Consulting di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).

"Yang paling penting adalah melakukan langkah-langkah konkret termasuk menghalangi mereka pergi. Kalau sudah diketahui dari awal, dengan pendekatan keagamaan dan lainnya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Din menambahkan, pemerintah perlu mempertimbangkan beberapa opsi untuk pencegahan ketimbang opsi pencabutan kewarganegaraan. Karena menurutnya, ketika WNI itu kembali ke Indonesia maka bisa diperiksa motifnya.

"Saya tidak cenderung kepada opsi pencabutan WNI ini. Mungkin nanti mereka pulang bisa dikumpulkan dulu, 'ente kenapa ke sana?'," ujar Din.

โ€Ž"Manusia itu berubah, dalam hal beragama dan berilmu. Baik menjadi tidak baik dan tidak baik menjadi baik. Kalau saya mungkin ada opsi yang lebih kekeluargaan dan manusiawi. Saya lebih ke opsi dialogis dan membina. Saya berkeyakinan manusia bisa berubah," tambahnya.

โ€ŽSehingga Din mengusulkan Polri, BNPT dan ormas-ormas Islam memikirkan pembahasan nasional yang komprehensif terkait ISIS dan kelompok teroris di Indonesia. Ia tak ingin penanggulangan seperti upaya pemadaman kebakaran.

"Saya mengusulkan ajak kami ormas-ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah memikirkan pembahasan nasional yang komprehensif. Jangan strategi negara, diputuskan sendiri terus kami disuruh ikut saja. Kami nggak mau jadi pemadam kebakaran," ucap Din.

"Selanjutnya orang-orang yang dicurigai itu didata untuk kita bina lagi. Ini yang saya kritik soal strategi, oleh karena itu terserah pemerintah, BNPT. Kalau tidak, ya begini-begini saja terus, besok tahun depan kita adakan konferensi besar lagi," tutupnya.

(vid/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads